"Sumatera Prestige Cup 2019" Digelar di Takengon, Dinilai 12 Juri Internasional

Alwira Fanzary
Selasa, 12 Februari 2019 18:34:11
Kopi

KANALSUMATERA.com - Terkenal sebagai penghasil biji kopi terbaik. Indonesia miliki ragam kopi dengan rasa yang unik. Namun, warga dunia belum tentu setuju akan hal ini. Kenapa?

Untuk bisa mendapatkan pengakuan bahwa kopi Indonesia punya kualitas dan rasa yang baik. Biji kopi harus diaudit oleh para ahli secara internasional.

"Sumatera Prestige Cup 2019" merupakan proyek perburuan biji kopi untuk mendapatkan kopi terbaik dari para petani Indonesia. Di ajang kompetisi ini, para peserta harus mematuhi semua aturan lomba, cupping dan standar protokol yang sudah dibuat oleh program "Cup of Excellent".

Kopi-kopi terbaik ini akan dinilai oleh 12 juri nasional dan 12 juri internasional dari ACE (Alliance for Coffee Excellence, Inc). ACE telah melatih ratusan cupper selama bertahun-tahun. ACE juga telah membantu mengembangkan keterampilan yang berharga untuk sektor kopi lokal.


Kompetisi ini akan berlangsung pada 15 Februari sampai 15 Maret 2019 di Takengon, Aceh Tengah. "Takengon, pusat produsen arabika Indonesia terbaik saat ini. Di Takengon dan sekitarnya ada 2 kali musim kopi dalam satu tahun," jelas Syarifuddin, Ketua Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI) pada Senin (11/02) di Trafique Coffee, Kebayoran Baru.

Akan digelar di dua kota. "Sumatera Prestige Cup 2019" tahap pertama akan diadakan di Bandung, tepatnya di 5758 Coffee Lab. Dan tahap berikutnya sampai final akan berlangsung di Takengon, Aceh Tengah.

"Saat ini kamu sudah menerima 41 biji kopi terbaik," ungkap Michael Utama selaku Koordinator Pelaksana Sumatera Prestige Cup 2019.

Tujuan diadakan kompetisi ini adalah agar kopi Indonesia tidak saja dapat label enak dari negeri sendiri. Tetapi ada pengakuan dari dunia dengan hasil nilai dan cupping oleh juri internasional.

Syarifuddin menambahkan bahwa dari seleksi sampel terbaik di "Sumatera Prestige Cup 2019" nantinya kopi akan dilelang. Dari 41 sampel akan dipilih 24 lalu diseleksi menjadi 10 untuk COE atau Cup of Excellence yang rencananya akan diadakan pada November mendatang.

Mulai dari pemilihan kualitas kopi, gudang, proses audit pelaksanaan dan keuangan hingga pengeksporan biji kopi pemenang, dijamin telah memenuhi standar COE.

Menurut Adi Taroepratjeka, Koordinator National Jury and Cupper, seperti yang dilansir dari Detik.com, dengan ikut dalam COE diharapkan kopi Indonesia mendapatkan pengakuan dari sekumpulan orang-orang berlidah tajam sehingga dapat menilai permintaan pasar dan bagimana kualitas kopi Indonesia.

Di Cup of Excellence, seluruh kopi Indonesia akan diuji kembali. Kopi dari Jawa, Bali, Flores, Toraja dan Papua sudah musim panen. "Jadi kita akan menentukan kopi terbaik pada tahun 2019," jelas Syafruddin. Kso

Lainnya
Baru Tiga Menit Menikah, Perempuan di Kuwait Ini Minta Cerai
Baru Tiga Menit Menikah, Perempuan di Kuwait Ini Minta Cerai
Anda Mengidap Diabetes? Jangan Konsumsi Makanan Olahan
Olahraga Apa yang Sesuai dengan Usia Anda? Simak Beriku
Ribuan Hektare Lahan di Pekanbaru Belum Termanfaatkan
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Ekonomi
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Ketua Dekranasda Kampar Hadiri Puncak HUT Ke-46 Dekrana
11 Kesepakatan Strategis Riau–Jatim Diteken, Perkuat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt