Ada 2 Kg Batu hingga Koin di Perut Pasien 54 Tahun

Alwira Fanzary
Senin, 25 Februari 2019 18:07:48
Batu yang ditemukan dalam perut

KANALSUMATERA.com - Makan sesuatu yang manis seperti cokelat menjadi salah satu cara bagi sebagian orang untuk menghilangkan kecemasan atau kegelisahan. Sebab cokelat ternyata mengandung molekul psikoaktif yang dapat membuat merasa nyaman.

Namun alih-alih makan cokelat atau makan makanan manis, seorang pria asal Korea malah memilih memakan batu, tutup botol dan koin untuk menghilangkan kegelisahannya. Hal ini diketahui setelah pria 54 tahun itu dirawat di rumah sakit karena menderita sakit perut yang parah dan kembung.

Melihat keluhan pasien tersebut, para dokter akhirnya menjalankan sejumlah tes untuk melihat kemungkinan apa yang menjadi penyebab gejala sakit pada pasien itu. Dari sejumlah tes, mereka dapat merasakan 'sesuatu yang menyerupai batu-batu kecil' ketika dokter menyentuh perut pria setengah abad tersebut. Berdasarkan hasil scan diketahui bahwa terjadi penumpukan besar menyerupai benda-benda asing yang mengisi seluruh perut pasien.

Dikutip dari viva.co.id, petugas medis pun dibuat terkejut setelah mereka menemukan setidaknya tumpukan benda asing seperti batu, tutup botol dan koin seberat 2 kilogram (kg) dalam perut pasien. Kasus 'sangat tidak biasa' ini pun diterbitkan oleh Dr Pyong Wha Choi dalam American Journal of Medical Case Reports.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Pasien, dianggap telah menelan benda-benda tersebut dalam jangka waktu yang lama sebagai cara untuk mengatasi kecemasan. Ketika ditanya, pria itu mengaku sering menelan koin dan kerikil setiap kali merasa cemas, meskipun dia juga menggunakan narkoba untuk tetap tenang.

Pria, yang berasal dari Goyang, utara ibu kota Seoul dan dekat dengan perbatasan Korea Utara ini diketahui dilahirkan dengan cacat intelektual. Pada mulanya ahli bedah mencoba mengeluarkan benda-benda menggunakan gastroskopi, yakni tabung tipis dimasukkan ke dalam perut melalui mulut.

Namun usaha itu gagal karena banyaknya objek yang ada. Hari berikutnya, ahli bedah mengekstraksi benda asing satu per satu melalui prosedur bedah yang berbeda.

"Pembedahan tidak dapat dihindari karena ada terlalu banyak benda asing untuk diekstraksi menggunakan endoskopi," tulis Choi.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

Pasien itu dipulangkan dari Rumah Sakit Universitas Inje, Ilsan Paik dan dikirim pulang setelah dirawat selama sembilan hari. Tidak diketahui berapa lama benda asing itu ada di dalam perutnya karena dokter hanya mengatakan itu akibat kebiasaan pasien tersebut di masa lalu.

Choi mengatakan, menelan benda asing lebih sering terjadi pada anak-anak karena mereka secara tidak sengaja melakukannya. Sementara itu, pada orang dewasa yang sehat, benda yang paling sering ditelan seperti tulang ikan dan ayam.

"Begitu benda asing melewati kerongkongan, gejala yang terkait dengan benda asing jarang terjadi. Dalam kasus ini, meskipun pasien tidak mengeluh muntah, sejumlah besar kerikil dan koin di perutnya menyebabkan sakit perut," tutur Choi. Kso

Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
Ketua PMI Pekanbaru Apresiasi Donor Darah Hotel Furaya
Ribuan Hektare Lahan di Pekanbaru Belum Termanfaatkan
Wacana Selebgram Dikenakan Beban Pajak
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad