Ada Perempuan Berat 350 Kg di Kalteng

Alwira Fanzary
Senin, 7 Januari 2019 12:24:17
Titi Wati

Kanalsumatera.com - Seorang perempuan yang memiliki berat sekitar 350 kilogram, yang bermukim di Jalan G Obos XXV atau Jalan Bima, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah meminta perhatian pemerintah daerah untuk membantunya mengobati kelebihan berat badan yang dideritanya.

"Saya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan kepada saya untuk pengobatan menurunkan berat badan saya yang sudah mencapai sekitar 350 lebih," kata Titi Wati yang hanya bisa tengkurap di tempat tidur di rumah kontrakannya itu, seperti dilansir dari laman AntaraKalteng, Senin (7/1/2019).

Perempuan 37 tahun tersebut merasakan berat badannya meningkat drastis dalam tujuh tahun terakhir. Akibatnya, kini perempuan yang diperkirakan merupakan perempuan tergemuk di Kalimantan Tengah itu makin kesulitan bergerak dan lebih banyak berbaring dengan posisi tengkurap.

Berbagai cara dilakukannya untuk menyembuhkan obesitas atau kelebihan berat badan yang dideritanya, di antaranya dengan mengonsumsi minuman herbal penurun berat badan. Cara itu diakuinya menunjukkan hasil karena berat badannya sempat berkurang.

Sayangnya, karena harga minuman herbal penurun berat badan itu makin mahal, Wati tidak sanggup lagi membelinya. Pola makannya pun akhirnya kembali membuat berat badannya naik lagi.

"Setelah tidak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, sayapun menjalani aktivitas saya seperti orang normal. Makan dan minumpun juga tidak terkontrol lagi, sehingga berat badan saya yang saat itu sempat 167 kilogram, kini menjadi 350 kilogram lebih," katanya.

Suka Ngemil

Ibu satu anak mengaku memang suka makan camilan setiap harinya. Bahkan minuman es dan makanan gorengan, tidak luput jadi santapannya setiap hari.

Kini Wati berjuang dengan mengurangi porsi makan camilan karena khawatir badannya terus membesar seiring berat badannya yang terus naik. Bahkan Wati saat ini sama sekali tidak bisa berdiri karena kakinya tidak mampu untuk menahan berat badannya yang kian membesar setiap harinya.

"Setiap kali bangun tidur bagian kaki saya selalu sakit seperti keram, kemudian badan terasa sakit semua," ucap perempuan yang memiliki hobi bernyayi tersebut.

Wati mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter dan rumah sakit. Sang suami, Edi (52) mengaku pihaknya harus mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan.

"Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan tuhan. Mau bagaimana lagi kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami," beber Wati menirukan perkataan suaminya yang bekerja sebagai pencari kayu hutan.

Butuh Bantuan

Sementara itu,Herlina (19) yang merupakan putri semata wayang wanita tergemuk di Kalteng tersebut, dengan adanya pemberitaan di media massa mengenai keadaan ibunya, dia berharap pemerintah setempat serta para dermawan bisa mengulurkan tangannya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita ibunya.

"Besar harapan kami agar ibu saya mendapatkan uluran tangan dari para dermawan serta pemerintah untuk membantu pengobatan. Kami pasrah dan apa boleh buat dengan kondisi perekonomian kami yang tidak mampu untuk melakukan pengobatan ibu agar bisa kembali normal seperti sediakala," tandasnya. Ant/Kso



Lainnya
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bagikan Sembako ke Warga Rumbai dan Rumbai Pesisir
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bagikan Sembako ke Warga Rumbai dan Rumbai Pesisir
Ketua PMI Pekanbaru Apresiasi Donor Darah Hotel Furaya
Wanita Ini Kritis, Setelah Iseng Jadikan Jus Buah Sebag
Rutin Gelar Cat Show dan Gathering, Komunitas Pecinta K
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I