Ini Penyakit yang Mengancam Jika Sering Menahan Kencing

Alwira Fanzary
Minggu, 20 Januari 2019 14:43:13
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Buang air kecil merupakan respons alami tubuh kita dalam menjaga keseimbangan cairan, serta membuang produk-produk limbah tak berguna yang sebaiknya cepat disingkirkan. Itu mengapa kita dilarang keras buat menahan kencing.

Normalnya, orang harus pipis sebanyak lima sampai delapan kali dalam sehari. Dengan jumlah urine sebanyak 500 sampai 2.000 mililiter (ml).

Akan tetapi masing-masing orang punya respons yang berbeda. Frekuensi kencing antara individu yang kurus dan gemuk, pengonsumsi obat tertentu sama yang tidak, usia muda dan tua, serta yang hamil dan tidak, berbeda-beda.

"Tergantung juga dari seberapa banyak asupan cairan yang masuk dalam sehari, selain faktor usia, kehamilan, jenis minuman yang dikonsumsi, dan ukuran kandung kemih," kata dr. Dyah Novita Anggraini dari situs Klik Dokter dikutip Health Liputan6.com pada Sabtu, 19 Januari 2019.

Terlepas dari itu semua, menahan kencing pantang buat dilakukan. Sesibuk apa pun diri kita, jika tubuh tiba-tiba memberi respons untuk segera buang air kecil, sebaiknya jangan ditunda. Seperti rindu, menahan kencing sama bahayanya.

Dyah, mengatakan, jika kebiasaan ini tak segera diubah, risiko untuk terkena penyakit tertentu lebih mudah terjadi. Sebab, urine merupakan sisa dan limbah produk di dalam tubuh kita yang tak berguna.

"Kebiasaan suka menahan pipis, apalagi yang dilakukan dalam jangka waktu lama, bisa menyebabkan gangguan di dalam tubuh," ujarnya.

Gangguan Akibat Menahan Kencing:

1. Infeksi kandung kemih

"Menunda buang air kecil menyebabkan penumpukan dan perkembangan bakteri di dalam saluran kemih. Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing," kata Dyah.

2. Melemahnya otot kandung kemih

Otot kandung kemih punya peran besar dalam proses keinginan Anda untuk menahan kencing. Bermula dari otak yang berusaha keras memerintahkan untuk menahannya, sementara otot kandung kemih sudah berulang kali kontraksi mengikuti perintahnya.

"Kontraksi otot yang lama dan berulang saat menahan buang air kecil dapat merusak fungsi otot kandung kemih. Jika ini sering terjadi, otot kandung kemih akan makin melemah, dan kemampuan untuk menahan urine yang akan keluar tak bisa dilakukan lagi," ujarnya.

Hal ini mengakibatkan seseorang jadi mudah mengompol. Kondisi ini juga dikenal sebagai inkontinensia urine.

3. Pembengkakan kandung kemih

Kandung kemih adalah tempat penampungan urine yang sudah siap dibuang oleh tubuh. Kandung kemih memiliki otot yang elastis dan reseptor di dalam otak akan mengirimkan sinyal, saat kandung kemih sudah terisi penuh dengan air kencing.

"Kandung kemih umumnya hanya bisa menampung sekitar tiga gelas air," ujarnya.

Jika kita terbiasa atau sering menahan kencing, mengakibatkan kandung kemih sering meregang untuk menahan sinyal yang diberikan otak meski dalam keadaan penuh.

Bila ini dibiarkan, tak menutup kemungkinan bisa terjadi pembengkakan kandung kemih akibat menahan buang air kecil dalam jangka waktu lama.

"Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi terjadi pecahnya kandung kemih," kata Dyah.

4. Batu ginjal

Salah satu dampak lain dari kebiasaan sering menunda buang air kecil adalah menumpuknya endapan mineral di dalam organ ginjal.

Apabila tidak dikeluarkan secara teratur, maka kristal dapat terbentuk. Gejala yang sering dilaporkan adalah nyeri dan mengeluarkan darah saat kencing.

Pada beberapa orang yang rentan terhadap pembentukan batu ginjal, kebiasaan buruk ini dapat membuat membuat kondisi Anda makin parah.

5. Gagal ginjal

Efek samping yang paling berbahaya dari kebiasaan terlalu sering menahan buang air kecil adalah gagal ginjal. Kondisi ini menyebabkan ginjal gagal menyaring racun dan limbah dari dalam tubuh untuk dikeluarkan.

Lainnya
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Komunitas Riau Mengaji Gandeng KUA Tambang Salurkan Rib
Terdiri dari Banyak Pulau, Kepri Mudah Kendalikan Penya
Rokok Elektrik Meledak, Satu Orang Tewas
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie