Jumlah Penderita HIV/Aids Kepri Memprihatinkan, Terbanyak di Batam

Alwira Fanzary
Selasa, 2 April 2019 13:41:43
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Angka penderita HIV/Aids di Provinsi Kepulauan Riau sangat memprihatinkan berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan setempat.

"Dari jumlah homoseksual, waria dan PSK yang kami periksa kesehatannya, masyarakat dapat menilai apakah ini bencana atau tidak. Mengerikan!" kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (02/4) seperti yang dilansir dari Antara.

Berdasarkan hasil survei kesehatan yang dilakukan petugas terhadap 250 orang pria yang menyukai sesama jenis, 23 orang di antaranya positif HIV Aids. Penderita HIV Aids itu seluruhnya berada di Batam.

Sememtara dari 400 orang pekerja seks komersial (PSK), 5 di antaranya positif HIV Aids. Para PSK yang terjangkit HIV Aids juga berdomisili di Batam.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

"Sebanyak 53 orang waria yang diperiksa kesehatannya, 3 di antaranya terjangkit HIV Aids. Tiga kasus HIV Aids waria terjadi di Tanjungpinang," ujarnya.

Tjetjep menjelaskan jumlah penderita HIV Aids yang didata Dinkes Kepri bukan angka yang akurat, karena lebih banyak pelaku homo seksual, waria dan PSK yang tidak ingin diperiksa kesehatannya. Mereka kemungkinan takut diperiksa, dan tidak siap mengetahui penyakit yang dideritanya setelah melakukan hubungan seks bebas dan menyimpang.

"Kami tidak memiliki kapasitas untuk memeriksanya," katanya.

Tjetjep mengemukakan jumlah penderita HIV Aids bisa jauh lebih banyak dari temuan petugas kesehatan di Kepri. Penularan virus mematikan itu akan terus terjadi sepanjang masih ada anggota masyarakat dan para penderita HIV Aids berprilaku seks bebas dan menyimpang.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

"Ini yang kita sebut dengan fenomena gunung es. Dari jumlah yang terdata sedikit tetap fakta sebenarnya dapat menjadi sangat banyak," ucapnya.

Tjetjep sendiri merasa harus membeberkan permasalahan serius penularan HIV Aids ini untuk mencegah penularan secara massif. Ia menilai perubahan prilaku seks harus dilakukan agar tidak terjangkit penyakit yang belum ada obatnya tersebut.

"Kami berharap seluruh organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama-sama mencegah agar HIV Aids tidak menular lagi," katanya.

Menurut dia, penularan HIV Aids melalui jarum suntik sampai sekarang belum ditemukan Dinkes Kepri. Namun bukan berarti tidak ada, karena pengguna narkoba cenderung tertutup.

Baca: RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka

"Kami berharap ada kajian khusus terhadap persoalan ini, yang melibatkan tim ahli," katanya.

Tjetjep mengatakan penyakit HIV Aids sampai sekarang belum ada obatnya. Lembaga kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas hanya memiliki obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Gairah seks penderita HIV Aids itu sama seperti manusia normal. Karena itu, harus diwaspadai," jelasnya. Kso



Terkait
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Ikatan Jurnalis Kampar Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Anggota
Ikatan Jurnalis Kampar Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Anggota
Berlebihan Gunakan Media Sosial Bisa Picu Depresi
Sulap Eks-Galian Tambang Jadi Kolam Ikan, Pengamat Ling
Pengabdian Kader Posyandu di Kecamatan Payung Sekaki
Nasional
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Politik
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind