Kasus Kanker Tinggi di Yogyakarta dan Sumatera, Pengaruh Makanan Enak?

Alwira Fanzary
Kamis, 31 Januari 2019 19:34:19
Rendang, salah satu makanan khas dari Sumatera

KANALSUMATERA.com - Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi kanker di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,4 kasus per 1.000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 kasus per 1.000 penduduk pada tahun 2018.

Prevalensi kanker tertinggi menurut Riskesdas 2018 adalah provinsi DI Yogyakarta dengan 4,5 kasus per 1.000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 per 1.000 penduduk dan Gorontalo dengan 2,44 kasus per 1.000 penduduk.

Disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, ada beberapa alasan yang menyebabkan ketiga provinsi tersebut memiliki prevalensi tertinggi.

Salah satunya, kata Anung, meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan membuat penderita kanker lebih mudah terdeteksi dan mendapat tata laksana pengobatan sesuai indikasi.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

"Ini data dari fasilitas kesehatan, sehingga mungkin aksesibilitas bisa jadi alasan kenapa kasus kanker semakin banyak yang terdeteksi. Apalagi di era JKN orang lebih mudah berobat ke fasilitas kesehatan, ketika terdeteksi pun biaya ditanggung BPJS Kesehatan," ujar Anung dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Kamis (31/1/2019).

Alasan lainnya, kata Anung seperti yang diberitakan Suara.com, bisa jadi karena pola makan masyarakat di daerah tersebut cenderung memicu masalah kesehatan. Seperti kita ketahui Yogyakarta terkenal dengan kulinernya yang lezat seperti gudeg dan Sumatera Barat terkenal dengan makanan khasnya berupa rendang yang kaya lemak.

Kemenkes sebut faktor makanan sebuah daerah turut berperan dalam peningkatan risiko kanker.

"Sumatera Barat, Yogyakarta, Gorontalo itu tempat yang makanannya enak. Di Padang cari sayur susah. Ini jadi faktor pelengkap satu sama lain. Tidak bisa dikatakan makanan enak berisiko kanker, bukan. Tapi makanan enak dan pola hidup tidak seimbang itu bisa memicu kanker kolorektal. Makanan enak kan dimasaknya belum tentu sehat," ujar dia.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

Mengenai jenis kanker yang paling banyak diidap masyarakat Indonesia, Anung menjelaskan bahwa pada laki-laki kasusnya berbeda. Pada laki-laki misalnya kanker paru menempati urutan pertama disusul kanker hati. Sementara pada kaum hawa kanker payudara masih menempati urutan tertinggi disusul kanker rahim.

Untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, khususnya kanker payudara dan Ieher rahim, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan kata Anung, telah meIakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker payudara dan kanker Ieher rahim pada perempuan usia 30-50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan lnspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk Ieher rahim.

"Selain upaya diatas, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak, pelayanan paliatif kanker, deteksi dini faktor risiko kanker paru, dan sistem registrasi kanker nasional," tandas dia. Kso

Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Bersama Alfamart, Rumah Yatim Cabang Pekanbaru Sukses B
Donor Darah PMI Tenayan Raya Berhasil Kumpulkan 124 Kan
Berikut Lima Minuman yang Ampuh Usir Flu
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Politik
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern unt
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I