Ini Ancaman Penyakit yang Diderita Jika Bekerja Malam

Alwira Fanzary
Jumat, 11 Januari 2019 19:20:00
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Apakah Anda tahu bahwa jadwal kerja yang dijalani sebagai karyawan sangat berdampak terhadap kesehatan? Tentu saja ya, karena ini tidak cuma terjadi kaitannya pada lama jam kerja tapi saat Anda bekerja.

Dikutip dari Medical Daily, jam kerja tak biasa semisal jam kantor secara umum bisa mengakibatkan gangguan lebih banyak.

Menurut berbagai riset, ternyata beberapa gangguan bisa saja dialami oleh orang yang bekerja pada jam kerja tidak umum ini. Untuk lebih jelas, berikut 4 risiko penyakit yang bisa saja terjadi saat orang bekerja di malam hari.

1. Tidur menjadi berkurang
Problem tidur yang kurang adalah satu hal yang tentunya dirasakan oleh orang yang bekerja di malam hari. Sebuah riset oleh University of Lowa di tahun 2012 mendapatkan bahwa polisi yang bertugas di malam hari 14 kali lebih tinggi risikonya tidak memperoleh tidur yang cukup ketimbang orang yang bekerja di siang hari.

Berdasar pada fakta itu, sekitar 44% polisi yang bertugas malam hari mempunyai tidur yang rendah kualitasnya. Disamping itu, orang yang bekerja di siang hari, totalnya bertambah menjadi 60% dan makin bertambah lagi menjadi 69% bagi polisi yang bertugas di siang hari.

2. Kesehatan mental menurun
Sudah diketahui bahwa mutu tidur yang tidak baik berkaitan dengan rasa lelah dan gangguan mood. Risiko ini ada meskipun karyawan dengan jam kerja malam sudah bersantai dan istirahat di pagi hari. Hal ini berlangsung karena adanya isolasi sosial yang dirasakan.

Berdasarkan tulisan James Hamblin, M.D., “Saya bekerja di malam hari di rumah sakit dan mengerti tentang isolasi sosial yang meliputinya.”

Hal ini terjadi karena adanya ajakan di siang hari untuk bertemu kawan di siang hari tetapi saat itu Anda perlu tidur. Tetapi bila Anda mengikuti ajakan itu maka Anda pun bisa tidak mendapat waktu tidur.

3. Risiko terkena Diabetes Tipe 2
Perubahan pada pola tidur yang terjadi berakhir pada saat makan dan perubahan gejolak stres. Hal ini bisa berakibat pada kadar gula darah.

Sebuah kajian observasi di Cina menyatakan bahwa karyawan yang bekerja malam hari mempunyai risiko 9% lebih besar ketimbang teman kerja mereka. Risiko ini pun akan bertambah saat dialami oleh pria.

4. Kanker
Pengelompokan pekerjaan pada malam hari dianggap sebagai salah satu pemicu karsinogen di tahun 2007. Hal ini menjadikan karyawan mendapat risiko lebih besar berkembangnya kanker di tubuh daripada reken kerja mereka.

Bertambahnya ancaman kanker ini dinyatakan karena paparan cahaya yang mereka dapatkan. Terlebih pada cahaya yang bersumber dari alat elektronik terkhusus di malam hari menjadi pemicu kanker.

Demikian informasi tentang empat ancaman kesehatan yang bisa saja dialami oleh siapapun bila sering bekerja di malam hari. Untuk pencegahannya, segeralah menggangi jam kerja atau setidaknya lakukan pergantian jam kerja siang ke malam secara bergantian untuk mencegah masalah kesehatan tersebut. Vo/Kso

Lainnya
KPDC 04 Duri Serahkan APD Ke Permata Hati Duri
KPDC 04 Duri Serahkan APD Ke Permata Hati Duri
Atlet Medan Denai Rajai Lintasan Sepatu Roda Porkot 201
Pegawai Laporkan Mantan Atasan karena Sering Dikentuti
Rumah Tangga di Tiga Kecamatan di Pekanbaru akan Diberi
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M