Kualitas Tidur Pengaruhi Kesehatan Jantung

Alwira Fanzary
Minggu, 17 Februari 2019 10:10:19
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah penelitian baru mungkin telah mengungkap mengapa buruknya tidur malam dapat berdampak buruk pula bagi jantung dan pembuluh darah Anda.

Dikutip Republika dari di Live Science, dalam penelitian yang dilakukan pada tikus, peneliti menemukan tidur yang terfragmentasi mengubah kadar hormon tertentu. Hal ini meningkatkan produksi sel-sel inflamasi di sumsum tulang. Peradangan ini berperan dalam pengembangan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah karena penumpukan plak.

Temuan yang dipublikasikan 13 Februari dalam jurnal Nature,menunjukkan tidur yang tepat dapat mencegah risiko aterosklerosis. Sebaliknya, tidur yang terganggu membuat kondisi semakin buruk.

Namun, para peneliti mengatakan karena penelitian dilakukan pada tikus, temuan ini perlu dikonfirmasi pada manusia. Sejumlah penelitian mengaitkan tidak cukup tidur dengan meningkatkan risiko masalah jantung, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung dan strok. Tetapi alasan biologis yang mendasari hubungan ini tidak jelas.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Dalam studi baru, para peneliti mengamati tikus yang secara genetik rentan terhadap aterosklerosis. Beberapa tikus dibiarkan tidur dalam waktu yang cukup, sementara yang lain kurang tidur.

Studi menemukan, tikus yang kurang tidur tidak mengalami perubahan dalam berat badan atau kadar kolesterol dibandingkan dengan tikus yang cukup tidur. Tetapi tikus yang kurang tidur memang memiliki plak yang lebih besar di arteri mereka dan tingkat peradangan yang lebih tinggi di pembuluh darah mereka, dibandingkan dengan tikus yang cukup tidur.

Tikus yang kurang tidur juga memiliki tingkat hormon yang disebut hipokretin atau dikenal sebagai orexin lebih rendah di bagian otak mereka (hipotalamus). Pada manusia, hipokretin dianggap meningkatkan kesadaran dan kadar hormon diketahui berkurang pada orang dengan gangguan tidur narkolepsi.

Yang menarik, para peneliti mencatat beberapa penelitian menunjukkan orang-orang dengan narkolepsi juga memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki narkolepsi. Para peneliti menemukan penurunan kadar hipokretin menyebabkan peningkatan kadar protein pensinyalan yang disebut CSF1, yang pada gilirannya meningkatkan produksi sel darah putih inflamasi di sumsum tulang dan mempercepat aterosklerosis. Terlebih lagi, mengembalikan kadar hipokretin pada tikus mengurangi aterosklerosis.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

"Kami telah menemukan tidur membantu mengatur produksi sel-sel inflamasi dan kesehatan pembuluh darah dan, sebaliknya, gangguan tidur merusak kontrol produksi sel inflamasi yang mengarah pada lebih banyak peradangan dan lebih banyak penyakit jantung," kata penulis studi senior, Filip Swirski dari Pusat Biologi Sistem Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Mereka juga mengaku telah mengidentifikasi bagaimana hormon di otak diketahui mengendalikan dan melindungi terhadap penyakit kardiovaskular. "Kita sekarang perlu mempelajari jalur ini pada manusia dan mengeksplorasi cara-cara lain tidur dapat memengaruhi kesehatan jantung," kata Swirski. Kso



Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
Begini Tanggapan Beberapa Mahasiswa Riau atas Lomba Gam
HIV/AIDS di Kepri Terus Meningkat, Pemprov Mengaku Tak
Mengenal Muslim Pigmi di Kamerun, Salah Satu Penghuni T
Nasional
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria