Negara Ini Swiss Izinkan 5 Ribu Rakyatnya Pakai Ganja untuk Penelitian

Alwira Fanzary
Minggu, 3 Maret 2019 06:59:02
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Di banyak negara, termasuk di Indonesia, ganja merupakan hal yang terlarang. Tapi, tidak di Swiss. Pemerintah Swiss baru saja mengizinkan 5 ribu orang secara legal mengonsumsi mariyuana untuk mengikuti penelitian.

Penelitian ini digunakan untuk membentuk aturan baru mengenai penggunaan obat-obatan di Swiss. Pemerintah Swiss mengusulkan studi awal ini untuk mengubah undang-undang yang melarang ganja sejak 1951.

Kantor Kesehatan Federal Swiss menyatakan akan mengumumkan rencana ini kepada publik pada pertengahan tahun ini.

Pemerintah Swiss memperkirakan sekitar 200 ribu orang di Swiss menggunakan ganja secara ilegal, meskipun beberapa ada yang dikriminalisasi. Pemerintah Swiss menilai peraturan yang ada saat ini berdampak negatif.

Swiss sebenarnya sudah mengizinkan produk ganja yang memiliki konsentrasi kurang dari 1 persen THC, bahan kimia yang membuat orang melayang.

"Kita harus dapat menguji model peraturan baru dalam situasi saat ini. Kota-kota menunjukkan dampak negatif dari undang-undang saat ini, perdagangan ilegal di tempat-tempat umum semakin mengganggu dan membuat orang merasa tidak aman," tulis pernyataan resmi pemerintah Swiss, dikutip dari Reuters.

Studi di Swiss ini akan terbatas pada ganja dan hanya boleh diikuti oleh orang dewasa yang sudah menggunakan ganja sebelumnya.

Pemerintah juga berencana untuk mempermudah orang mengakses ganja medis. Hal ini akan diurus dalam proses yang terpisah. Kso

Lainnya
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Masker ke Panti Asuhan
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Masker ke Panti Asuhan
Sering Bergadang Sebabkan Otak jadi 'Lemot'
Ibu Angkat Presiden Jokowi Meninggal Dunia di Bener Mer
Pemkot Bandar Lampung Akui Belum Anggarkan Dana Penangg
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN
29 Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak, DLHK Pekanbaru
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt