Peneliti: Instagram Medsos Paling Buruk Bagi Kesehatan Mental

Alwira Fanzary
Senin, 14 Januari 2019 21:57:44
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Sudah tidak diragukan lagi kalau Instagram, kini menjadi media sosial paling terpopuler mengingat banyaknya pengguna dari berbagai negara. Namun, sayangnya ternyata Instagram juga mendapat predikat sebagai media sosial terburuk bagi kesehatan mental.

Pernyataan tersebut diambil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health and Young Health Movement. Menurut tim peneliti, Instagram adalah media sosial terburuk untuk kesehatan mental.

Kesimpulan ini diambil dari survei yang dilakukan oleh tim peneliti. Di mana hampir 1.500 remaja yang tinggal di Inggris, berusia antara 14 hingga 24 tahun, diminta untuk memberi peringkat kepada 5 platform media sosial yang sangat populer, termasuk Facebook, Instagram, Snapchat, YouTube dan Twitter.

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan dampak platform-platform media sosial tersebut terhadap kehidupan pribadi para partisipan. Seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, rasa takut tertinggal dari yang lain (FOMO), dan bahkan pandangan terhadap citra tubuh sendiri.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Setelah melakukan analisis terhadap lima platform media sosial yang diberi peringkat berdasarkan pengaruh positif dan negatifnya terhadap kesehatan mental kaum muda, ternyata Instagram berada di urutan teratas sebagai aplikasi paling berbahaya terhadap kesehatan mental.

Salah satu alasannya adalah, Instagram membuat para wanita dan gadis-gadis muda merasa tidak percaya diri dengan tubuh mereka sendiri, berkat unggahan foto-foto influencer yang tampak memiliki penampilan sempurna. Dorongan untuk terlihat sempurna dari Instagram begitu kuat sehingga remaja dan dewasa muda menghabiskan banyak waktu untuk memilih filter yang benar dan kalimat keterangan yang unik demi meraup lebih banyak tanda suka dan komentar.

Selain itu, Instagram juga dapat dorongan kuat untuk membandingkan diri dengan orang lain. Akan sangat mudah menemukan orang-orang yang merasa sedih atau putus asa setelah melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia dan sukses di Instagram.

Akibatnya, para dewasa muda dan remaja ini, terutama wanita merasa sangat tidak percaya diri melihat kesempurnaan orang lain yang salah. Hal inilah yang dapst menyebabkan tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah dan bahkan secara drastis mempengaruhi suasana hati seseorang. Padahal, tak semua foto-foto di Instagram yang tampak sempurna sama seperti kenyataan.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

"Media sosial sekarang sudah begitu mengakar pada kehidupan orang-orang muda sehingga kita tidak mungkin bisa mengabaikan (media sosial) ketika berbicara mengenai masalah kesehatan mental anak pada orang-orang muda," terang Shirley Cramer, Chief Executive dari Royal Society for Public Health Shirley Cramer seperti dilansir Times of India, Senin (14/1/2019).

Dari kelima platform media sosial yang diteliti, hanya Youtube menempati urutan teratas sebagai media sosial yang dapat memberi pengaruh positif bagi kesehatan mental. Di urutan kedua setelah YouTube adalah Twitter. Namun secara umum, tim peneliti mengungkapkan bahwa empat platform media sosial kecuali YouTube diketahui berkaitan dengan pola tidur yang buruk.

Terlepas dari beragam dampak negatif yang diberikan, media sosial sebenarnya bisa memberikan pengaruh positif jika digunakan secara bijak. Sebaiknya waktu penggunaan platform media sosial dibatasi. Beberapa aplikasi juga dapat diunduh agar tidak terganggu oleh platform media sosial. Ozo/Kso



Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Masker ke Panti Asuhan
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Masker ke Panti Asuhan
Rumah Yatim Berikan Bantuan Untuk Nenek Nurhayati Lansi
#Inspiringroom Jumat ini, Alwafa Hijab Hadirkan Desi "A
Ribuan Hektare Lahan di Pekanbaru Belum Termanfaatkan
Hukum
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Ora
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp2
Politik
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
PKS Tanjungpinang Dorong Perempuan Aktif di Politik Lew
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan