Sering Tertipu Kosmetik Oplosan, Via Vallen Kapok Terima Endorse Produk

Mawardi Tombang
Rabu, 2 Januari 2019 22:33:19
Via Vallen

KANALSUMATERA.com - Via Vallen baru-baru ini diperiksa polisi terkait kasus peredaran produk kosmetik oplosan. Via dan artis lain diperiksa karena pernah mempromosikan produk itu di akun media sosial pribadinya. Gara-gara itu penyanyi asal Sidoarjo, Jawa Timur itu pun mengaku kapok.

Bahkan Via Vallen berhenti menerima endorsement sejak hampir satu tahun belakangan ini.

"Jadi emang udah lebih hampir setahun ini Via benar-benar nggak ambil endorse. Jadi sebenarnya, sebelum memutuskan untuk nggak ambil endorse Via udah memilih-milih ambil endorse, terutama kosmetik," ungkap Via Vallen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.Penyanyi Dangdut Via Vallen (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Ruang Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018. Via Vallen menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penjualan kosmetik ilegal dari Derma Skin Care. ANTARA/M Risyal Hidayat

Via Vallen menceritakan, ketika menerima endorsement, setiap caption yang dia tulis diberikan oleh klien. Namun, Via selalu mengubah dan tak mau mewakili dirinya sendiri.

Baca: Promosi dan Pakai Kosmetik Ilegal, Via Vallen Merasa Tertipu

"Di situ memang sama ownernya, kita dikasih caption. Seolah-olah saya yang pakai. Saya nggak mau, saya selalu pakai orang-orang. Jadi setiap kali saya dikasih caption, misalnya bilang 'aku tambah putih lho gara-gara pakai produk ini', saya selalu ganti 'kata orang-orang'," kata Via Vallen.



Lainnya
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Anak 5 Yang Mengalami Kecelakaan
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Anak 5 Yang Mengalami Kecelakaan
BINCANG KHUSUS | Presiden IMA Chapter Pekanbaru, Peng S
Mengenal Muslim Pigmi di Kamerun, Salah Satu Penghuni T
Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU
Gerindra Bantah Gus Kikin-Miftahul Achyar Jadi Paket Istana untuk Pimpin PBNU
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar:
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern unt
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung