Mengenal Muslim Pigmi di Kamerun, Salah Satu Penghuni Tertua di Afrika

Mawardi Tombang
Jumat, 1 Maret 2019 12:12:55
Muslim Pigmi (foto; muslimobsession).jpg

Pigmi atau Pygmy dikenal sebagai salah satu suku tertua di Afrika saat ini. Diperkirakan saat ini ada sekitar 120.000 orang Pigmi di dunia. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah berhutan, dekat dengan Samudra Atlantik di Kamerun.

Selain itu mereka juga tinggal di Rwanda, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Gabon dan Angola.

Kata ‘Pygmy’ berasal dari mitologi Yunani, yang berarti kerdil. Nama keluarga ini telah diberikan kepada mereka karena tinggi mereka umumnya antara 120 dan 150 cm.

Mereka menarik perhatian dunia dengan gaya hidup yang sangat tradisional dan pramodern. Namun secara bertahap mereka mulai menerima agama dan budaya luar, salah satunya adalah Islam.

Baca: Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026

Gaya hidup orang-orang Pigmi

Mereka memiliki gaya hidup yang sangat sederhana dan menyenangkan. Mereka tinggal di sebuah pondok sementara. Dibangun dengan batang bambu dan dedaunan besar yang mereka kumpulkan dari pohon.

Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk berburu di hutan lebat dan mengumpulkan buah-buahan. Orang Pigmi tidak menggunakan segala bentuk uang, dan sebagai gantinya mereka saling tukar menukar produk.

Masjid untuk orang-orang Pigmi di Kamerun terbilang sangat kecil. Berada di daerah berhutan dekat kota Kribi Kamerun. Ada dua masjid yang terletak di sana.

Muslimobsession melansir dari Mvslim, Selasa (19/2/2019) menyebut bahwa Agama Islam mulai berkembang pada tahun 2004 melalui kunjungan orang Muslim ke Kamerun. Sebelumnya mereka tidak memiliki pengetahuan tentang agama monoteistik, karena mereka tidak memiliki kontak dekat dengan dunia luar.

Hidup dan mengenal hutan dengan hati adalah salah satu dari banyak karakteristik kuat orang-orang Pigmi. Sayangnya, daerah pemukiman mereka sekarang menyusut karena kepentingan industri asing.



Lainnya
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Viral Blast Global Sponsori Riau International Fashion
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Viral Blast Global Sponsori Riau International Fashion
Dapat Libur Usai Lolos 8 Besar, Pemain PSMS Manfaatkan
Minum Teh Terlalu Panas Bisa Sebabkan Kanker Tenggoroka
Ini Ciri-ciri Kamu Sudah Terpapar Polusi Udara Terlalu
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung