Terdiri dari Banyak Pulau, Kepri Mudah Kendalikan Penyakit Mewabah

Mawardi Tombang
Jumat, 30 Agustus 2019 13:47:34
Tjetjep

Tanjungpinang, KANALSUMATERA.com - Terdiri dari ribuan pulau menjadi kelebihan tersendiri bagi Provinsi Kepri untuk mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi mewabah. Dengan demikian, penyakit tidak cepat mewabah ke kabupaten dan kota lain.

“Karena lebih kecil area, lebih sedikit penduduk, lebih mudah. Kalau daratan luas, lokalisir lebih sulit. Ada keuntungan dengan wilayah kita pulau-pulau seperti ini, jadi tidak cepat mewabah ke kabupaten dan kota lain,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana, Rabu (28/8/2019).

Disamping mencegah penularan antar pulau, juga dilakukan pencegahan masuknya penyakit dari luar negeri ke Kepri. Saat ini ada dua kabupaten dan dua kota yang menjadi pintu masuk warga asing ke Kepri.

Kesehatan pelabuhan yang bertugas mencegah tangkal keluar masuknya penyakit dari luar negeri atau sebaliknya. Untuk mencegah masuknya penyakit yang berpotensi mewabah, beberapa pelabuhan dipasang alat pendeteksi suhu tubuh.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

“Alat pendeteksi emerging disease seperti ebola, flu burung tentu kita cegah tangkal dari luar negeri kedalam negeri. Disitu ada termal scan namanya, sehingga sebetulnya tidak perlu setiap orang diperiksa. Dengan melihat scan ruangan, bisa dilihat siapa yang tinggi suhu tubuhnya itulah yang kita tarik. Diberikan perlakuan khusus, pemeriksaan,” jelas Tjetjep.

Saat ini ada beberapa penyakit dari luar yang sedang menjadi perhatian khusus. Termasuk ebola dan meningitis. Apalagi disaat musim kepulangan Jemaah haji, rawan terhadap meningitis. Jemaah haji yang baru pulang, dilakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat.

Rata-rata masa inkubasi penyakit menular yang berpotensi wabah, antara lima hingga 14 hari. Jika pada rentang waktu tersebut tubuh mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, yang disertai gejala tertentu, sebaiknya segera memeriksakan diri.

“Sekitar 39 derajat. Tapi 38 derajat sudah perlu diwaspadai, disertai gejala lain. Sesak nafas, batuk yang berkepanjangan, pucat. Ada tanda-tanda dan ada rasa nyeri pada bagian tertentu untuk penyakit tertentu,” sebut Tjetjep.

Terkait
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Peduli Dengan Petugas Kesehatan Penanganan Covid-19, FORCI Riau Sumbangkan APD Melalui IDI Riau
Peduli Dengan Petugas Kesehatan Penanganan Covid-19, FORCI Riau Sumbangkan APD Melalui IDI Riau
Anting Jepit Jemuran Buatan Jepang Ini Harganya Rp5 Jut
Sering Mendengar Bahasa Gaul Ini? Ini Maknanya...
Anak Susah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban