Kepri Waspadai Masuknya Virus Demam Babi Afrika

Mawardi Tombang
Jumat, 4 Oktober 2019 14:37:53
Petugas Karantina tengah memeriksa barang bawaan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam

Batam, KANALSUMATERA.com - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

Pasalnya berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE hampir semua negara di benua Asia sudah terkena diantaranya Mongolia, Vietnam, Kamboja, Hongkong , Korea Utara, Laos, Myanmar, Philipina dan yang terbaru adalah Timor Leste.

"Di sini kita punya peternakan babi besar, ekspornya tahun lalu mencapai 271.000 ekor, tentunya ini menjadi ancaman serius terhadap virus tersebut," kata Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pencegahan Pemasukan Penyakit ASF ke Indonesia di Batam, Rabu (2/10/2019) lalu.

Koordinasi tersebut terutama dilakukan guna mengantisipasi masuk dan tersebarnya virus ASF tersebut lewat lalulintas orang dan barang, baik melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan yang belum diawasi terutama di wilayah Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

"Dalam hal ini Barantan menggandeng semua unsur pemerintah pusat dan daerah, bahkan otoritas karantina Singapura dan Malaysia untuk bersama mencegah meluasnya wabah penyakit ASF tersebut," ujarnya.

Menurut Agus, virus ASF sendiri disebabkan oleh virus DNA genus Asfivirus, familia Asfaviridae dapat berakibat pada kesakitan dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga mencapai tingkat 100 persen.

Ia juga menambahkan, penyakit ASF di dua berbagai negara saat ini dapat berdampak pada aspek sosial dan ekonomi di Indonesia. Kematian akibat ASF akibat virus (virulensi moderate) 30-70 persen hingga 100 perseb dari populasi.

"Angka tersebut tentunya sangat merugikan petani atau peternak kita, juga berakibat fatal untuk nilai ekspor secara nasional," tegasnya.

Barantan sendiri tambahnya melakukan upaya pengawasan lalulintas komoditas pertanian atau media pembawa dan juga makanan sisa dan sampah dari luar negeri di pelabuhan dan bandara yang sudah di tetapkan.

"Untuk wilayah Kepri ada tiga unit kerja yang melakukan pengawasan yaitu Karantina Batam, Karantina Tanjungpinang dan Karantina Tanjung Balai Karimun," ujarnya lagi.

Dari tiga unit kerja ini meliputi wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Moro, Parit Rempak. Pelabuhan Sri Bintan Pura, Sri Payung Batu Enam.

Sedangkan di Bintan yakni di pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Tanjung Uban, Pulau Bulan, Lagoi, Pelantar II. Sedangjan di Batam di pelabuhan Batu Ampar, Telaga Punggur, Sekupang, Batam Centre, dan Harbour Bay.

"Kami juga melakukan pengawasan di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Hang Nadim serta Kantor Pos Tanjungpinang dan Batam," katanya.

Menurutnya, penyebaran virus ASF dapat melalui daging, produk olahan daging babi yang diproses dengan pemanasan yang tidak cukup.

Juga melalui sisa-sisa katering dan sisa makanan bawaan penumpang dan awak kabin dalam alat angkut transportasi internasional baik moda kapal laut ataupun pesawat udara yang diolah dan dijadikan sebagai campuran pakan.

"Virus ASF juga dapat terbawa oleh peternak atau petugas kesehatan hewan yang terkontaminasi seperti sepatu, baju dan lain-lain," tuturnya.

Menurut Agus, upaya pengawasan yang dilakukan Barantan tentu harus di lakukan bersama-sama oleh semua pihak. Oleh karenanya ia berharap semua komponen baik lingkup bandara dan pelabuhan, serta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turut berperan aktif.

"Terutama pengawasan di pintu-pintu yang tidak diawasi, ini sangat berisiko," ungkapnya.

Sementara itu Donni Muksidayan, Kepala Karantina Tanjungpinang, menjelaskan bahwa jumlah pintu masuk yang tidak diawasi atau jalur ilegal di Kepri, jumlahnya mencapai ratusan pelabuhan.

Meski sering dilakukan operasi bersama Patuh Karantina yang melibatkan berbagai unsur di pelabuhan, namun lokasi-lokasi tersebut tetap kerap dijadikan lokasi distribusi barang dan orang antar pulau bahkan dari luar negeri.

"Lokasi tersebut diantaranya Pelabuhan Dompak Lama, Pelabuhan Sei jang, Pelabuhan Sei Kecil, dan Pelabuhan Barek Motor," uangkapnya.

Oleh karena itu ia berharap, kerjasama dengan instansi terkait agar menertibkan aktifitas tersebut demi mencegah masuknya hama penyakit terutama dari luar negeri seperti ASF yang kini tengah mewabah.

Menurutnya perlu juga adanya kesadaran masyarakat bahwa membawa makanan yang berpotensi membawa virus ASF juga harus diwaspadai.

"Jadi kalau mau bawa makanan, lengkapi dokumennya, pastikan aman, atau tidak sama sekali, resikonya tinggi," pungkasnya.

Lainnya
PKS Riau Gowes Sepeda, Hendry Munief: Ayo Jaga Kesehatan
PKS Riau Gowes Sepeda, Hendry Munief: Ayo Jaga Kesehatan
Jepang Butuh Banyak Tenaga Kerja dari Indonesia, Ini Bi
Terkuaknya Kebohongan Pendeta Hidupkan Orang Mati
Peneliti: Instagram Medsos Paling Buruk Bagi Kesehatan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif
Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif
Adam Syafaat Desak PKS di Riau Naikkan Harga Sawit, Teg
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat