Menteri Olimpiade Jepang Minta Maaf Karena Terlambat 3 Menit Datang Rapat
KANALSUMATERA.com - Menteri Olimpiade Jepang Yoshitaka Sakurada dipaksa untuk membuat permintaan maaf kepada publik setelah terlambat tiga menit untuk menghdadiri rapat dengan parlemen. Kalangan anggota parlemen tak bisa menerima keterlambatan tersebut dan menganggap tindakan Sakurada tidak memiliki rasa hormat.
Rapat dengan parlemen itu berlangsung hari Kamis lalu. Ini bukan pertama kalinya Sakurada meminta maaf setelah menerima pukulan balik dari publik.
Pada minggu lalu, ia menyatakan kekecewaannya bahwa perenang Olimpiade yang diharapkan Rikako Ikee, 18, didiagnosis menderita leukemia.
"Dia adalah peraih medali emas potensial (di Olimpiade Tokyo 2020), seorang atlet yang kami punya harapan besar," katanya, dikutip Sindonews.com dari Fox News, Minggu (24/2/2019). "Saya benar-benar kecewa."
Sakurada, yang juga bekerja sebagai Menteri Keamanan Siber, mendapat kecaman pada tahun lalu ketika dia mengaku tidak pernah menggunakan komputer. Menurutnya, para pembantunya yang selama ini selalu melakukan pekerjaan komputer untuknya.
Pada 2016, ia juga dipaksa untuk meminta maaf setelah menyebut "wanita penghibur"—perempuan muda Asia yang diperdagangkan dan dipaksa melakukan tindakan seksual terhadap tentara Jepang—sebagai "pelacur profesional".
Sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh surat kabar Jepang, Asahi, menemukan bahwa 65 persen warga Jepang tidak percaya Sakurada mampu melakukan pekerjaannya sebagai Menteri untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Banyak menteri lain telah mengadvokasi Sakurada dan mendorong agar dia mengundurkan diri. Kso
