Menteri Olimpiade Jepang Minta Maaf Karena Terlambat 3 Menit Datang Rapat

Alwira Fanzary
Minggu, 24 Februari 2019 08:59:27
Yoshitaka Sakurada

KANALSUMATERA.com - Menteri Olimpiade Jepang Yoshitaka Sakurada dipaksa untuk membuat permintaan maaf kepada publik setelah terlambat tiga menit untuk menghdadiri rapat dengan parlemen. Kalangan anggota parlemen tak bisa menerima keterlambatan tersebut dan menganggap tindakan Sakurada tidak memiliki rasa hormat.

Rapat dengan parlemen itu berlangsung hari Kamis lalu. Ini bukan pertama kalinya Sakurada meminta maaf setelah menerima pukulan balik dari publik.

Pada minggu lalu, ia menyatakan kekecewaannya bahwa perenang Olimpiade yang diharapkan Rikako Ikee, 18, didiagnosis menderita leukemia.

"Dia adalah peraih medali emas potensial (di Olimpiade Tokyo 2020), seorang atlet yang kami punya harapan besar," katanya, dikutip Sindonews.com dari Fox News, Minggu (24/2/2019). "Saya benar-benar kecewa."

Sakurada, yang juga bekerja sebagai Menteri Keamanan Siber, mendapat kecaman pada tahun lalu ketika dia mengaku tidak pernah menggunakan komputer. Menurutnya, para pembantunya yang selama ini selalu melakukan pekerjaan komputer untuknya.

Pada 2016, ia juga dipaksa untuk meminta maaf setelah menyebut "wanita penghibur"—perempuan muda Asia yang diperdagangkan dan dipaksa melakukan tindakan seksual terhadap tentara Jepang—sebagai "pelacur profesional".


Sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh surat kabar Jepang, Asahi, menemukan bahwa 65 persen warga Jepang tidak percaya Sakurada mampu melakukan pekerjaannya sebagai Menteri untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Banyak menteri lain telah mengadvokasi Sakurada dan mendorong agar dia mengundurkan diri. Kso

Lainnya
KPDC 04 Duri Serahkan APD Ke Permata Hati Duri
KPDC 04 Duri Serahkan APD Ke Permata Hati Duri
Peduli Dengan Petugas Kesehatan Penanganan Covid-19, FO
Mengenal Muslim Pigmi di Kamerun, Salah Satu Penghuni T
Kemenkes: Obat Nyamuk Semprot Tak Efektif untuk Basmi N
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I