Kemenkes: Obat Nyamuk Semprot Tak Efektif untuk Basmi Nyamuk Demam Berdarah Dengue

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 20:52:49
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Untuk mengatasi nyamuk, memang bisa dilakukan dengan menggunakan obat nyamuk semprot. Hal ini juga bisa dilakukan dalam jangka pendek untuk memberantas nyamuk demam berdarah dengue (DBD).

Sayangnya, penggunaan obat nyamuk semprot, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, seperti yang diberitakan Merdeka.com, tidak begitu akurat memberantas nyamuk Aedes aegypti.

"Kalau obat nyamuk semprot rumahan itu tidak semassal (efektif) layaknya fogging (pengasapan), yang memberantas nyamuk DBD dewasa," ujar Nadia ketika ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Obat nyamuk semprot yang mengandung sekitar 24 persen DEET hanya memberikan perlindungan selama rata-rata lima jam.

"Perlu membersihkan tempat-tempat umum, yang ada genangan air, misal di taman-taman. Kan suka ada wadah (atau semacam pot), yang tergenang air. Itu lokasi favorit nyamuk DBD berkembangbiak," ujar Nadia.

Agar lebih alami, upaya mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti dengan menanam tanaman pengusir nyamuk. Misal, lavender dan serai.

Anda bisa menanamnya di halaman rumah maupun di pot di dalam rumah. Aroma alami dari kedua jenis tanaman pun lebih tahan lama. Nyamuk DBD tidak menyukai aromanya.

"Ada juga ikan pemakan jentik yang bisa dipelihara. Ikan cupang ini yang memakan jentik-jentik nyamuk DBD," Nadia melanjutkan.

Selain itu, upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) berupa pemberian larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Fogging (pengasapan) untuk memberantas nyamuk dewasa. Masyarakat juga bisa melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) perlu dilakukan.

"Yang pasti sasar semua tempat perlindungan jentik-jentik nyamuk DBD," ujar Nadia. Kso

Lainnya
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Jumlah Penderita HIV/Aids Kepri Memprihatinkan, Terbany
Bersiap, Seleksi Pegawai Setara PNS Dibuka 8 Februari
Lakukan Langkah ini Jika Ban Kendaraan Pecah di Jalanan
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur