Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal Gadot di Kampanye Terbaru

Kanama
Jumat, 11 September 2026 17:14:07

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Rumah mode ternama asal Amerika Serikat, Ralph Lauren, tengah menjadi sorotan setelah menampilkan aktris Gal Gadot dalam unggahan promosi koleksi Fall 2026. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik dan seruan boikot di media sosial. Jumat (11/09/2026).

Kontroversi bermula ketika Ralph Lauren mengunggah foto Gal Gadot melalui akun Instagram resminya. Dalam foto tersebut, bintang Wonder Woman itu tampil mengenakan busana dari koleksi Fall 2026, termasuk gaun bernuansa emas dan sepatu dari rumah mode tersebut.

Foto itu merupakan bagian dari pemotretan Gadot untuk sampul majalah Modern Luxury edisi September 2026. Sesi pemotretan dilakukan di The Jaffa Hotel, Tel Aviv, dengan sejumlah merek fesyen, termasuk Ralph Lauren, Saint Laurent, dan Max Mara, menyediakan busana.

Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional

Namun, unggahan tersebut dengan cepat bergeser menjadi perdebatan politik. Sejumlah pengguna media sosial, terutama kelompok yang mendukung Palestina, melontarkan kritik terhadap Ralph Lauren karena menampilkan Gadot.

Seruan boikot kemudian bermunculan di berbagai platform. Salah satu unggahan di X bahkan menyebut adanya "massive calls to boycott Ralph Lauren" dan mengajak pengguna berhenti membeli produk merek tersebut.

Baca: Denpasar Gelar 3 Program Kesehatan Gratis Oktober 2026, Ini Cara Mengaksesnya

Kritik terhadap Gadot tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai warga Israel dan riwayat wajib militer selama dua tahun. Gadot juga beberapa kali menyampaikan dukungan terbuka terhadap Israel.

Sikap tersebut membuat aktris yang dikenal melalui sejumlah film Hollywood itu sebelumnya juga menjadi sasaran kritik dari aktivis pro-Palestina.

Salah satu pengguna media sosial menulis:

Baca: Ayat Cahyadi Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Islam

"Saya resmi memboikot Ralph Lauren, begitu juga seharusnya Anda! Katakan tidak kepada pendukung genosida," tulis salah satu pengguna di X.

Pengguna lainnya menilai keputusan Ralph Lauren menampilkan selebritas Israel bukan semata-mata persoalan pemasaran.

Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

"Pada titik ini, menampilkan selebritas Israel bukan sekadar pilihan merek, tetapi pernyataan politik yang jelas," tulis pengguna tersebut.

Di sisi lain, gelombang kritik tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa Ralph Lauren mengambil posisi politik tertentu dalam konflik Israel-Palestina. Sejumlah laporan menyebut kontroversi terutama muncul akibat keputusan perusahaan mempromosikan penampilan Gadot melalui kanal resminya.

Selain persoalan Gadot, Ralph Lauren juga kembali mendapat sorotan terkait aktivitas bisnisnya di Israel. Perusahaan tersebut dilaporkan memiliki hubungan lisensi dengan produsen pakaian Israel, Delta Galil, serta mempunyai kehadiran komersial di negara tersebut.

Baca: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Meski Ditanggung BPJS, Ini Rinciannya

Menariknya, di tengah seruan boikot, muncul pula pengguna media sosial yang membela Ralph Lauren dan Gadot. Sebagian bahkan menyoroti latar belakang Ralph Lauren, pendiri rumah mode tersebut, yang merupakan seorang Yahudi Amerika.

Hingga laporan mengenai kontroversi ini dipublikasikan, Ralph Lauren belum memberikan pernyataan resmi terkait seruan boikot yang muncul setelah unggahan Gal Gadot tersebut.

Baca: Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip Asam Lambung, Kenali Tanda Bahayanya

Kontroversi ini menambah panjang daftar perusahaan fesyen yang terseret ke dalam perdebatan geopolitik akibat pilihan figur dalam kampanye pemasaran. Sebelumnya, Adidas juga menghadapi kritik setelah menampilkan mantan tentara Israel dalam salah satu materi promosinya. (SM)



Terkait
Kurang Tidur Kronis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Onkologi
Kurang Tidur Kronis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Onkologi
Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Meng
Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi D
Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap
Lainnya
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Al Quds Valunteer Indonesia Wilayah Riau Ajak Masyarakat Tingkat Partisipasi Bidang Kemanusiaan
Kondisi Cuaca Tak Menentu, Walikota Pekanbaru Beri Disp
Jefrianto, Sang Joki Kuda Wawako Payakumbuh, Mengharap
Tentang Waktu Gempa NTB dan Tsunami Aceh Dibahas di Kit
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran yang Diincar Polisi hingga 8 November
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese
Punya Rekam Jejak Bela Israel, Syahrul Aidi Dukung MUI
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket