Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal Gadot di Kampanye Terbaru
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Rumah mode ternama asal Amerika Serikat, Ralph Lauren, tengah menjadi sorotan setelah menampilkan aktris Gal Gadot dalam unggahan promosi koleksi Fall 2026. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik dan seruan boikot di media sosial. Jumat (11/09/2026).
Kontroversi bermula ketika Ralph Lauren mengunggah foto Gal Gadot melalui akun Instagram resminya. Dalam foto tersebut, bintang Wonder Woman itu tampil mengenakan busana dari koleksi Fall 2026, termasuk gaun bernuansa emas dan sepatu dari rumah mode tersebut.
Foto itu merupakan bagian dari pemotretan Gadot untuk sampul majalah Modern Luxury edisi September 2026. Sesi pemotretan dilakukan di The Jaffa Hotel, Tel Aviv, dengan sejumlah merek fesyen, termasuk Ralph Lauren, Saint Laurent, dan Max Mara, menyediakan busana.
Baca: Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi Dari Masjid Menggerakkan Ekonomi Ummat
Namun, unggahan tersebut dengan cepat bergeser menjadi perdebatan politik. Sejumlah pengguna media sosial, terutama kelompok yang mendukung Palestina, melontarkan kritik terhadap Ralph Lauren karena menampilkan Gadot.
Seruan boikot kemudian bermunculan di berbagai platform. Salah satu unggahan di X bahkan menyebut adanya "massive calls to boycott Ralph Lauren" dan mengajak pengguna berhenti membeli produk merek tersebut.
Baca: Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap Alasannya
Kritik terhadap Gadot tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai warga Israel dan riwayat wajib militer selama dua tahun. Gadot juga beberapa kali menyampaikan dukungan terbuka terhadap Israel.
Sikap tersebut membuat aktris yang dikenal melalui sejumlah film Hollywood itu sebelumnya juga menjadi sasaran kritik dari aktivis pro-Palestina.
Salah satu pengguna media sosial menulis:
"Saya resmi memboikot Ralph Lauren, begitu juga seharusnya Anda! Katakan tidak kepada pendukung genosida," tulis salah satu pengguna di X.
Pengguna lainnya menilai keputusan Ralph Lauren menampilkan selebritas Israel bukan semata-mata persoalan pemasaran.
"Pada titik ini, menampilkan selebritas Israel bukan sekadar pilihan merek, tetapi pernyataan politik yang jelas," tulis pengguna tersebut.
Di sisi lain, gelombang kritik tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa Ralph Lauren mengambil posisi politik tertentu dalam konflik Israel-Palestina. Sejumlah laporan menyebut kontroversi terutama muncul akibat keputusan perusahaan mempromosikan penampilan Gadot melalui kanal resminya.
Selain persoalan Gadot, Ralph Lauren juga kembali mendapat sorotan terkait aktivitas bisnisnya di Israel. Perusahaan tersebut dilaporkan memiliki hubungan lisensi dengan produsen pakaian Israel, Delta Galil, serta mempunyai kehadiran komersial di negara tersebut.
Menariknya, di tengah seruan boikot, muncul pula pengguna media sosial yang membela Ralph Lauren dan Gadot. Sebagian bahkan menyoroti latar belakang Ralph Lauren, pendiri rumah mode tersebut, yang merupakan seorang Yahudi Amerika.
Hingga laporan mengenai kontroversi ini dipublikasikan, Ralph Lauren belum memberikan pernyataan resmi terkait seruan boikot yang muncul setelah unggahan Gal Gadot tersebut.
Kontroversi ini menambah panjang daftar perusahaan fesyen yang terseret ke dalam perdebatan geopolitik akibat pilihan figur dalam kampanye pemasaran. Sebelumnya, Adidas juga menghadapi kritik setelah menampilkan mantan tentara Israel dalam salah satu materi promosinya. (SM)
