Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap Alasannya

Kanama
Kamis, 10 September 2026 19:38:37

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Minum air putih menjadi salah satu kebiasaan penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, anggapan bahwa semakin banyak air yang diminum maka semakin sehat ginjal ternyata tidak sepenuhnya benar. Kamis (10/09/2026).

Dokter nefrologi dr Suman Sethi menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ yang bekerja sangat efisien dalam mengatur keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, seseorang tidak harus memaksakan diri minum air dalam jumlah berlebihan.

"“Ginjal kita adalah organ yang sangat efisien,” katanya, dikutip dari Hindustan Times."

Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional

Menurut Sethi, sebagian besar orang sehat sebenarnya dapat mengandalkan rasa haus sebagai sinyal alami tubuh ketika membutuhkan cairan.

"“Bagi sebagian besar individu yang sehat, mekanisme haus alami tubuh sudah cukup untuk memberi sinyal kapan Anda membutuhkan cairan,” tambahnya."

Baca: Denpasar Gelar 3 Program Kesehatan Gratis Oktober 2026, Ini Cara Mengaksesnya

Kebutuhan Air Setiap Orang Berbeda

Tidak ada jumlah air putih yang mutlak harus diminum setiap orang. Kebutuhan cairan dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, pola makan hingga lingkungan tempat seseorang beraktivitas.

Saat cuaca panas, berolahraga, demam atau mengalami kondisi yang menyebabkan kehilangan banyak cairan, kebutuhan hidrasi tentu dapat meningkat.

Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

Orang yang memiliki riwayat batu ginjal juga perlu memperhatikan kecukupan cairan. Asupan air yang memadai dapat membantu meningkatkan produksi urine sehingga konsentrasi mineral yang berpotensi membentuk batu dapat berkurang.

"“Orang yang memiliki riwayat batu ginjal juga dapat memperoleh manfaat dari peningkatan asupan cairan, karena produksi urine yang cukup membantu mengurangi konsentrasi mineral pembentuk batu,” kata dr Sethi."

Baca: Hasil Kajian KIPI Serius di Kampar, Komnas KIPI Tak Temukan Bukti Cukup Kaitan dengan Vaksin

Meski demikian, minum air jauh melampaui kebutuhan tubuh bukan berarti dapat membuat ginjal bekerja lebih baik atau membersihkan ginjal.

Terlalu Banyak Minum Air Juga Bisa Berisiko

Kebutuhan cairan perlu mendapat perhatian lebih bagi orang dengan penyakit tertentu. Pasien penyakit ginjal kronis, gagal jantung maupun mereka yang menjalani dialisis biasanya membutuhkan pengaturan asupan cairan secara khusus.

Baca: Cicak Sering Muncul di Rumah? Ini 4 Kondisi yang Jadi Penyebabnya

Sethi mengingatkan, konsumsi air secara berlebihan pada kelompok tersebut justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.

"“Bagi mereka, minum terlalu banyak air dapat menyebabkan pembengkakan, sesak napas, tekanan darah tinggi, dan beban tambahan pada jantung dan ginjal. Inilah mengapa mengikuti tren media sosial atau saran hidrasi secara umum terkadang dapat lebih berbahaya daripada bermanfaat,” kata dr Sethi."

Baca: Sering Diabaikan, Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal

Perhatikan Sinyal Tubuh

Untuk mengetahui apakah tubuh membutuhkan cairan, seseorang dapat memperhatikan sejumlah tanda. Rasa haus, urine berwarna kuning tua hingga pusing dapat menjadi indikasi tubuh mengalami kekurangan cairan.

Sebaliknya, urine berwarna kuning pucat pada umumnya menunjukkan tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Namun, warna urine tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan karena makanan, vitamin dan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhinya.

Baca: Kasus Influenza A Naik di Indonesia, Pakar UGM Ungkap 6 Cara Cegah Penularan

"“Namun, warna urine saja tidak selalu menjadi indikator yang tepat, karena makanan, vitamin, dan obat-obatan tertentu dapat memengaruhinya,” ujarnya."

Karena itu, menjaga hidrasi bukan berarti harus terus-menerus minum air tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh. Pola minum sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas, kondisi lingkungan dan keadaan kesehatan masing-masing.

Baca: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Meski Ditanggung BPJS, Ini Rinciannya

"“Dengarkan sinyal tubuh Anda, jaga hidrasi sesuai gaya hidup dan lingkungan Anda, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki penyakit ginjal atau kondisi kronis lainnya,” katanya."

Pada akhirnya, menjaga kesehatan ginjal tidak hanya bergantung pada banyaknya air putih yang dikonsumsi. Pola makan seimbang, pemeriksaan kesehatan secara berkala serta pengendalian penyakit seperti diabetes dan hipertensi juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi ginjal.

Dengan demikian, bagi orang sehat, minum air putih secukupnya sesuai kebutuhan tubuh lebih penting daripada memaksakan konsumsi air dalam jumlah berlebihan. (SM)



Terkait
Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik
Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik
Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu da
Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal G
Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi D
Lainnya
FPKB Serahkan Bantuan Kepada Kenzi, Anak Penderita Kelenjer Getah Bening
FPKB Serahkan Bantuan Kepada Kenzi, Anak Penderita Kelenjer Getah Bening
Awali 2021, Alwafa Hijab Gelar #Inspiringroom Buat Para
Jokowi Terkejut Natuna Masuk Daftar Hipertensi Tertingg
Rokok Elektrik Meledak, Satu Orang Tewas
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di