Gerhana Bulan Parsial Diperkirakan 17 Juli, 4 Hal Penting Buat Nonton

Amar
Sabtu, 13 Juli 2019 17:03:11
gerhana bulan parsial ( shutterstock )

Gerhana Bulan parsial akan berlangsung di Tanah Air. Simak agar pengamatan aman bagi indera penglihatan.

Kanalsumatera.com - Gerhana Bulan parsial bakal terjadi 16 - 17 Juli 2019 dan bisa diamati di seluruh wilayah di Indonesia, pada hari kedua, yaitu 17 Juli. Sebelum mengamati peristiwa itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Gerhana Bulan sebagian atau parsial akan terjadi pekan depan [Screenshot: TimeandDate].

Gerhana Bulan sebagian atau parsial akan terjadi pekan depan [Screenshot: TimeandDate].

Baca: Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026

Dilansir suara.com dari timeanddate, berikut ini empat hal yang perlu diketahui sebelum melihat gerhana Bulan parsial itu:

1. Kapan tepatnya berlangsung di wilayah Indonesia
Gerhana Bulan parsial akan mulai teramati pada pukul 03.01 WIB dini hari dengan puncak terjadinya gerhana pada pukul 04.30 WIB. Gerhana akan berakhir 05.59 WIB.

Pengamat setidaknya harus bersiap-siap pada malam 16 Juli untuk menyaksikan gerhana Bulan parsial ini.

2. Lokasi pengamatan
Meski bisa terlihat di seluruh wilayah Indonesia, namun gerhana ini paling baik diamati di Indonesia bagian barat. Sebabnya Matahari belum terbit hingga gerhana Bulan parsial berakhir.

Sementara itu, wilayah Indonesia dan Timur kemungkinan tidak bisa melihat puncak gerhana. Karena puncak gerhana baru akan terjadi pada pukul 05.30 WITA untuk Indonesia Tengah dan pukul 06.30 WIT untuk Indonesia Timur.

Dengan kata lain, Bulan sudah terbenam terlebih dahulu sehingga para pengamat di Indonesia Tengah dan Timur tidak bisa melihat puncak gerhana.

3. Mengamati pakai teleskop
Walau gerhana Bulan parsial sebenarnya bisa diamati lewat mata telanjang, pengamat bisa menggunakan teleskop sebagai bantuan untuk melihat Bulan secara lebih jelas. Dengan bantuan teleskop, pengamat akan bisa mengamati pergerakan bayangan Bumi ketika gerhana terjadi.

Untuk pengamat pemula, disarankan menggunakan teleskop jenis refraktor. Teleskop jenis ini relatif lebih mudah digunakan sehingga tidak menyulitkan ketika melihat gerhana Bulan nanti.

4. Tidak perlu kacamata gerhana
Dikarenakan peristiwa gerhana kali ini merupakan gerhana Bulan, pengamat tidak butuh menggunakan kacamata untuk melihat peristiwa ini saat terjadi.

Kondisi ini berbeda dengan gerhana Matahari, yang mensyaratkan pengamat wajib menggunakan kacamata berfilter khusus. Hal itu disebabkan cahaya Matahari sangat berbahaya jika ditatap langsung dan menyilaukan. Kacamata ini berfungsi untuk meredupkan cahaya Matahari sehingga pengamat mampu melihat gerhana Matahari secara lebih jelas.sc./ks



Lainnya
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tourism, Perkuat Layanan Rujukan Sumatera
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tourism, Perkuat Layanan Rujukan Sumatera
Ini Cara Bantu Anak Tidak Ketergantungan Game
Masyarakat Kepri Banyak Berobat di Luar Negeri, Ini Ala
Primadona Baru, Tas Syirkatun Nisa Aceh Utara
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Kemiskinan, Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Kemiskinan, Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bon
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi A
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di