Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Tren menggunakan kompres es di area ketiak untuk meredakan rasa cemas dan overthinking tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Metode tersebut disebut dapat memberikan sensasi menenangkan ketika seseorang sedang mengalami tekanan atau kecemasan.
Namun, psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, mengingatkan bahwa kompres dingin tidak dapat dianggap sebagai terapi utama untuk gangguan kecemasan. Selasa (18/08/2026).
Menurut dr. Riati, sensasi dingin memang berpotensi membantu tubuh menjadi lebih rileks. Respons tersebut berkaitan dengan aktivasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses relaksasi. Sensasi dingin juga dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pikiran yang berlebihan melalui teknik grounding.
Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
“Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa kompres es di ketiak merupakan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan atau overthinking,” jelasnya.
Bukan Pengobatan Utama untuk Gangguan Kecemasan
Baca: RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
Kecemasan yang muncul sesekali merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Namun, kondisi yang berlangsung terus-menerus hingga mengganggu tidur, pekerjaan, maupun aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian lebih serius.
Dalam kondisi tersebut, mengandalkan kompres es saja tidak cukup. Evaluasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab serta menentukan penanganan yang sesuai.
dr. Riati juga mengingatkan penggunaan es secara langsung pada kulit dalam waktu lama. Suhu dingin yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi bahkan cedera kulit atau cold burn. Karena itu, kompres dingin sebaiknya hanya dipandang sebagai cara sementara untuk membantu menenangkan diri.
Baca: RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung
Ada Teknik Lain yang Lebih Teruji
Selain kompres dingin, terdapat sejumlah teknik yang telah memiliki dukungan bukti ilmiah untuk membantu mengelola gejala kecemasan. Di antaranya latihan pernapasan, mindfulness, relaksasi, dan grounding.
Baca: Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tourism, Perkuat Layanan Rujukan Sumatera
“Efektivitas terapi dingin dalam mengatasi kecemasan masih terbatas. Sebaliknya, berbagai teknik yang telah didukung bukti ilmiah, seperti latihan pernapasan, mindfulness, relaksasi, dan grounding, terbukti mampu membantu menurunkan gejala kecemasan,” ucapnya.
Untuk gangguan kecemasan, cognitive behavioral therapy (CBT) juga menjadi salah satu pendekatan psikoterapi yang banyak digunakan. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Menjaga pola hidup sehat juga dapat membantu pengelolaan stres. Beberapa langkah yang disarankan antara lain rutin berolahraga, mencukupi waktu tidur, mengurangi konsumsi kafein, serta membatasi paparan informasi yang dapat memicu kecemasan. (IPB University)
Baca: Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru Perluas Layanan Deteksi Dini Penyakit
Kapan Harus Berkonsultasi?
Masyarakat disarankan tidak menunda mencari bantuan apabila rasa cemas menetap selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas harian, atau disertai serangan panik.
“Apabila kecemasan menetap selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai serangan panik, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan yang tepat sejak dini akan memberikan hasil yang lebih baik, baik melalui CBT maupun dengan pemberian obat-obatan apabila diperlukan,” tutupnya.
Dengan demikian, kompres es di ketiak boleh saja memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang, tetapi belum dapat disebut sebagai terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan. Pengelolaan kecemasan tetap perlu dilakukan dengan metode yang tepat dan, bila diperlukan, melalui bantuan tenaga profesional.(SM)
