Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Kanama
Selasa, 18 Agustus 2026 10:39:17

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Tren menggunakan kompres es di area ketiak untuk meredakan rasa cemas dan overthinking tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Metode tersebut disebut dapat memberikan sensasi menenangkan ketika seseorang sedang mengalami tekanan atau kecemasan.

Namun, psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, mengingatkan bahwa kompres dingin tidak dapat dianggap sebagai terapi utama untuk gangguan kecemasan. Selasa (18/08/2026).

Menurut dr. Riati, sensasi dingin memang berpotensi membantu tubuh menjadi lebih rileks. Respons tersebut berkaitan dengan aktivasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses relaksasi. Sensasi dingin juga dapat mengalihkan perhatian seseorang dari pikiran yang berlebihan melalui teknik grounding.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

“Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa kompres es di ketiak merupakan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan atau overthinking,” jelasnya.

Bukan Pengobatan Utama untuk Gangguan Kecemasan

Baca: RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka

Kecemasan yang muncul sesekali merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Namun, kondisi yang berlangsung terus-menerus hingga mengganggu tidur, pekerjaan, maupun aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian lebih serius.

Dalam kondisi tersebut, mengandalkan kompres es saja tidak cukup. Evaluasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab serta menentukan penanganan yang sesuai.

dr. Riati juga mengingatkan penggunaan es secara langsung pada kulit dalam waktu lama. Suhu dingin yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi bahkan cedera kulit atau cold burn. Karena itu, kompres dingin sebaiknya hanya dipandang sebagai cara sementara untuk membantu menenangkan diri.

Baca: RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung

Ada Teknik Lain yang Lebih Teruji

Selain kompres dingin, terdapat sejumlah teknik yang telah memiliki dukungan bukti ilmiah untuk membantu mengelola gejala kecemasan. Di antaranya latihan pernapasan, mindfulness, relaksasi, dan grounding.

Baca: Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tourism, Perkuat Layanan Rujukan Sumatera

“Efektivitas terapi dingin dalam mengatasi kecemasan masih terbatas. Sebaliknya, berbagai teknik yang telah didukung bukti ilmiah, seperti latihan pernapasan, mindfulness, relaksasi, dan grounding, terbukti mampu membantu menurunkan gejala kecemasan,” ucapnya.

Untuk gangguan kecemasan, cognitive behavioral therapy (CBT) juga menjadi salah satu pendekatan psikoterapi yang banyak digunakan. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Menjaga pola hidup sehat juga dapat membantu pengelolaan stres. Beberapa langkah yang disarankan antara lain rutin berolahraga, mencukupi waktu tidur, mengurangi konsumsi kafein, serta membatasi paparan informasi yang dapat memicu kecemasan. (IPB University)

Baca: Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru Perluas Layanan Deteksi Dini Penyakit

Kapan Harus Berkonsultasi?

Masyarakat disarankan tidak menunda mencari bantuan apabila rasa cemas menetap selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas harian, atau disertai serangan panik.

“Apabila kecemasan menetap selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai serangan panik, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan yang tepat sejak dini akan memberikan hasil yang lebih baik, baik melalui CBT maupun dengan pemberian obat-obatan apabila diperlukan,” tutupnya.

Dengan demikian, kompres es di ketiak boleh saja memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang, tetapi belum dapat disebut sebagai terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan. Pengelolaan kecemasan tetap perlu dilakukan dengan metode yang tepat dan, bila diperlukan, melalui bantuan tenaga profesional.(SM)



Lainnya
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
Kopdar, Mini Touring dan Baksos Calsic Riau Bertuah: Ek
Waw.. 22 Orang ASN Lampura Gugat Cerai Pasangannya pada
Olahraga Apa yang Sesuai dengan Usia Anda? Simak Beriku
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hukum
Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan
Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan
Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Di
PT Musim Mas Terima Penghargaan atas Kontribusi Penanga
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind