BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

Kanama Amar
Selasa, 4 Agustus 2026 07:41:12

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kondisi keuangan BPJS Kesehatan masih menghadapi tekanan akibat tingginya beban pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga kini, lembaga tersebut masih mencatat selisih antara pemasukan iuran dan pengeluaran klaim yang mencapai sekitar Rp2 triliun setiap bulan. Senin (03/08/2026).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa besarnya biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung setiap hari menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan program JKN.

"Dalam satu hari kami memberikan pelayanan itu 2 juta, transaksi kesehatan sebesar Rp 500 miliar, sebulan Rp 16 triliun dan kami mengumpulkan iuran hanya sebesar Rp 14 triliun, Rp 2 triliun kami defisit," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jakarta Pusat.

Baca: RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka

Menurutnya, setiap bulan BPJS Kesehatan harus membiayai pelayanan kesehatan bernilai sekitar Rp16 triliun, sementara penerimaan iuran hanya berkisar Rp14 triliun. Selisih tersebut menjadi beban yang terus membayangi kondisi keuangan lembaga penyelenggara jaminan kesehatan nasional itu.

Selain ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, BPJS Kesehatan juga masih menghadapi persoalan kepesertaan yang belum aktif akibat tunggakan iuran.

Baca: RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung

Prihati menyebut jumlah peserta JKN saat ini telah melampaui 285 juta jiwa. Namun, puluhan juta di antaranya belum aktif karena belum melunasi kewajiban pembayaran iuran.

"Peserta saat ini sudah 285 juta jiwa lebih. Tetapi, ini di angka 98,8 persen, masih ada yang tidak aktif sebesar 54 juta jiwa sampai hari ini kami sering laporkan," kata Pujo.

Kondisi tersebut dinilai ikut memberikan tekanan terhadap keberlangsungan pembiayaan JKN, mengingat masih banyak peserta yang belum kembali aktif meski cakupan kepesertaan nasional telah mendekati target universal.

Baca: Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tourism, Perkuat Layanan Rujukan Sumatera

Dana Rp20 Triliun Tinggal Menunggu Mekanisme Pencairan

Di tengah tekanan defisit tersebut, BPJS Kesehatan masih menunggu realisasi tambahan anggaran sebesar Rp20 triliun dari pemerintah.

Baca: Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru Perluas Layanan Deteksi Dini Penyakit

Dana tersebut sebelumnya dikabarkan berasal dari pemerintah melalui dukungan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan untuk memperkuat keberlanjutan pembiayaan JKN.

Prihati memastikan regulasi yang menjadi dasar penyaluran dana itu telah memperoleh persetujuan Presiden.

"Sudah ditandatangani Presiden," kata Pujo.

Meski demikian, pencairan anggaran belum dapat dilakukan karena masih menunggu aturan teknis dari Kementerian Keuangan.

"Kami nunggu pak Menteri Keuangan, kan ada itu alokasinya. Pak Menteri Keuangan mengeluarkan Permenkeu, baru itu bisa mengalir," katanya.

Tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan Dana Jaminan Sosial sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta JKN.

BPJS Perluas Sinergi untuk Tekan Tunggakan Peserta

Selain mengandalkan dukungan pemerintah, BPJS Kesehatan juga terus berupaya meningkatkan kepatuhan peserta dalam membayar iuran agar kondisi keuangan program semakin sehat.

Prihati mengatakan keberhasilan penyelenggaraan JKN tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Program JKN telah berkembang menjadi sebuah ekosistem. Karena itu, kualitas penyelenggaraannya tidak lagi ditentukan oleh satu institusi, melainkan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola yang saling terhubung," kata Pujo.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BPJS Kesehatan menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi, di antaranya Kementerian Sosial, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

Melalui kolaborasi itu, BPJS Kesehatan berencana mengintegrasikan status kepesertaan aktif dengan berbagai layanan publik agar masyarakat semakin terdorong memenuhi kewajiban pembayaran iuran.

"Kami ingin melekatkan kepesertaan BPJS Kesehatan pada beberapa layanan publik, seperti pengurusan SKCK, keberangkatan haji dan umrah, masuk perguruan tinggi, pengurusan paspor, dan kalau perlu membeli tiket pesawat, BPJS Kesehatan harus aktif," ujar Pujo. (SM)

Lainnya
Ketua PMI Pekanbaru Apresiasi Donor Darah Hotel Furaya
Ketua PMI Pekanbaru Apresiasi Donor Darah Hotel Furaya
Per 1 Maret 2019, Pemko Jambi Kampanyekan Pembatasan Pe
Ini Manfaat Minuman Kopi Bagi Kesehatan Otak
Mahathir Mohamad Tetap Bugar di Usia 93 Tahun, Ini Raha
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Nasional
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka Suap Pegawai BPK Sumsel
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka Suap Pegawai BPK Sumsel
Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Naik Usai Pemerintah Ti
Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang,
Ekonomi
Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Ja
Pasar Murah Pemprov Riau Sambangi Kampar dan Empat Keca
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Olahraga
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali d
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar