Primadona Baru, Tas Syirkatun Nisa Aceh Utara

Amar
Sabtu, 3 November 2018 18:33:34
Tas tradisional Aceh yang dihasilkan oleh kelompok Syirkatun Nisa, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

KANALSUMATERA.com - Kekuatan seni yang tinggi dengan guratan motif Aceh yang kental menghias, menjadikan tas Aceh produk kelompok usaha wanita Syirkatun Nisa menjadi terkenal dan melanglang buana ke berbagai negara.

Produk tas motif Aceh yang di produksi oleh kelompok yang bermarkas di Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak hanya satu jenis saja akan tetapi beragam model dan bentuk yang menarik dan menggoda mata. Mulai dari model tas sandang, dompet hingga koper di produksi oleh kelompok usaha wanita ini dengan ragam keindahan perpaduan warna benang-benang indah yang membentuk motif khas Aceh.

Menarik menelusuri sejarah perjalanan tas motif etnik Aceh ini hingga dikenal, baik didalam negeri maupun mulai menarik dipasar manca negara. Terlebih lagi, tas motif Aceh ini, diproduksi oleh sebuah kelompok usaha wanita di sebuah desa pedalaman di Aceh Utara.

Mendatangi tempat usaha pembuatan tas tersebut, aroma dan suasana tempat produksinya begitu terasa. Sejak awal masuk di gerbang desa hingga kita menemui lokasi usahanya.

Suara mesin jahit yang berderit bagai nada, sembari terlihat tangan-tangan cekatan dan terlatih mengarah hingga menyusun pola-pola yang dibentuk pada guratan kain prada untuk membentuk lekuk liku motif etnik ke Acehan.

Inilah lokasi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang memproduksi beragam tas tradisional yang sarat dengan motif etnik keacehannya. Kelompok yang diketuai oleh wanita yang bernama Nailatul Amal itu, seiring waktu terus bergeliat dalam memproduksi karya seninya hingga tembus keberbagai acara dan pameran serta meningkatnya nilai penjualan.

Beberapa produk tas bordir yang mereka produksi diantaranya adalah tas pakaian besar, tas pakaian bayi, tas Nano (tas pakaian dengan ukuran kecil), tas ransel dan dompet.

Produk tas bordir memiliki pasar yang lebih luas. Saat ini, jumlah permintaan ekspor terus meningkat setiap bulannya, bahkan beberapa permintaan dari pasar ekspor terus berdatangan. Begitu juga permintaan yang berasal dari pasar lokal disejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Keberhasilan kelompok Syirkatun Nisa tidak terlepas dari peran bapak angkat yang membina dan membantu.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe melalui program Klaster Industri Kreatif, sejak 2016 telah mulai membina kelompok usaha wanita tersebut. Beragam ketrampilan dan pengetahuan tentang penguatan kelompok usaha terus di injeksi oleh KPw BI Lhokseumawe.

Mulai dari Bantuan Teknis (Bantek) berupa pelatihan manajemen dan kelembagaan kelompok usaha. Pelatihan pelaporan keuangan kelompok, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga, pelatihan desain model tas dan diikutsertakan dalam studi banding terhadap produk sejenis yang telah lebih dulu berkembang, serta memberikan bantuan berupa mesin dan alat kerja kepada kelompok tersebut mulai dari mesin jahit, mesin potong, bordir dan bantuan alat-alat dan bahan kerja lainnya.

Tidak hanya sampai disitu, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe juga mendukung kelompok usaha ini dengan promosi melalui berbagai kegiatan dan pameran produk industri kreatif, yang digelar di dalam maupun di luar daerah. Baik yang digelar oleh Bank Indonesia maupun yang diselenggarakan oleh pihak lain,? ungkap Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal.

Terakhir saat pelaksanaan pertemuan International Monetery Fund (IMF) di Nusa Dua Bali. Tas motif Aceh, hasil produksi kelompok usaha Syirkatun Nisa yang ikut mengisi galeri stand UMKM pada pertemuan tersebut, ikut diborong oleh peserta kegiatan dari berbagai negara. Setiap waktu rehat peserta dari berbagai delegasi menyempatkan diri bertandang ke stand UMKM Binaan BI Khokseumawe.

"Mereka umumnya melihat-lihat tas produksi motif Aceh, produksi Syirkatun Nisa yang merupakan UMKM binaan BI Lhokseumawe. Mereka juga tertarik dengan tas tradisional khas Aceh yang memiliki keunikan tersendiri namun modis dalam segala suasana," ujar Yufrizal.

Sejumlah pengunjung yang berasal dari berbagai negera, sempat berpikir bahwa tas dengan bentuk dan motif tradisional tersebut, diproduksi oleh pengrajin di Bali. Akan tetapi setelah dijelaskan bahwa produksi tas tersebut berasal dari Aceh, sebuah provinsi paling barat Indonesia, mereka semakin kagum.

"Alhasil, dari 345 item barang yang dibawa dari Aceh, sampai hari ini hanya tersisa lima item saja, sedangkan yang lainnya semua habis terjual," kata Yufrizal.

Hasilnya, dengan gencarnya promosi dan diikutersertakan pada berbagai kegiatan dan pameran oleh KPw BI Lhokseumawe, produk Syirkatun Nisa semakin dikenal oleh masyarakat konsumen. Tidak hanya di dalam daerah, akan tetapi dikenal juga di luar daerah bahkan mulai menjamah pasar mancanegara.

Sumber: Antara


Lainnya
Awali 2021, Alwafa Hijab Gelar #Inspiringroom Buat Para Mommy
Awali 2021, Alwafa Hijab Gelar #Inspiringroom Buat Para Mommy
Begini Tanggapan Beberapa Mahasiswa Riau atas Lomba Gam
"Sumatera Prestige Cup 2019" Digelar di Takengon, Dinil
Anak Mengamuk Ditempat Umum, Ini Cara Menenangkannya
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind