Warga Pilih Pelihara Hewan, Angka Kelahiran Korsel Terendah Di Dunia

Alwira Fanzary
Selasa, 29 Januari 2019 07:21:15
Warga Korsel dengan peliharaannya

KANALSUMATERA.com - Biaya hidup yang terus mengalami kenaikan, membuat sejumlah warga Korea Selatan enggan memiliki anak. Daripada memiliki anak, mereka justru lebih senang memelihara hewan.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kang Sung-il, salah satu warga Korea Selatan selalu membeli mainan untuk Sancho, anjing peliharaannya setiap kembali dari perjalanan bisnis.

Pada Imlek 2019, anjing jenis Pomeranian itu mendapatkan hadiah baju seharga 50 dolar AS. Baju tersebut dibeli agar bisa dikenakan Sancho saat berkunjung ke rumah nenek atau ibu Kang Sung-il.

Dikutip dari Reuters, Kang dan istrinya menuturkan, biaya untuk membesarkan anak-anak terlalu mahal dan terlalu banyak tekanan. Jadi, Kang dan istrinya lebih memilih untuk membanjiri Sancho dengan kasih sayang dan hadiah.

Baca: Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026

Industri hewan peliharaan di Korea Selatan memang sedang naik daun. Perkembangan ini membuat angka kelahiran negara tersebut menjadi yang terendah di dunia.

Tingginya biaya pendidikan, perumahan, serta kesibukan di tempat kerja menjadi beberapa faktor yang menyebabkan angka kelahiran di Korea Selatan sangat rendah.

Tekanan ekonomi di Korea Selatan membuat Kang Sung-il tidak yakin bisa membiayai semua kebutuhan jika memiliki anak.

Orang tua di Korea Selatan harus menyediakan uang yang cukup untuk biaya sekolah sampai les khusus. Namun, dia merasa senang menghabiskan uang sekitar Rp 1,25 juta per bulan untuk anjing peliharaannya.

Selain mahalnya biaya pendidikan, data dari Bank KB Kookmin menunjukan, rata-rata orang Korea Selatan harus menabung uang selama 12,8 tahun untuk membeli rumah kelas menengah.

Tekanan berikutnya adalah, orang Korea Selatan menduduki posisi ketiga dengan waktu kerja terbanyak di antara negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD-Organisation for Economic Co-operation and Development) hanya tertinggal dari Meksiko dan Costa Rica.

Itulah sebabnya banyak orang Korea Selatan tidak memiliki anak. Data resmi dari pemerintah menunjukan, keluarga yang memiliki hewan peliharaan melonjak sampai 28 persen pada 2018. Kso



Lainnya
Minum Teh Terlalu Panas Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan?
Minum Teh Terlalu Panas Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan?
Kualitas Tidur Pengaruhi Kesehatan Jantung
Simak..! Negara Paling Banyak Hari Libur Nasional se-As
Primadona Baru, Tas Syirkatun Nisa Aceh Utara
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,