Begini Aturan Konsumsi Makanan Instan

Alwira Fanzary
Minggu, 17 Februari 2019 16:28:07
Mie Instan (ilustrasi)

KANALSUMATERA.com - Makanan instan kerap diasosiasikan sebagai makanan rendah gizi. Proses penyajiannya yang minim usaha, serta kandungan gizi yang seadanya, membuat produk makanan instan kerap dipandang sebelah mata.

Tapi, di masa sekarang, banyak perusahaan yang mulai berlomba-lomba menjual makanan instan dan mengklaim produknya sebagai makanan instan nan kaya nutrisi, bahkan digolongkan sebagai makanan sehat.

Sebagai seorang awam, bagaimana caranya membedakan makanan instan yang sehat dengan makanan instan yang rendah gizi?

Menurut seorang nutrisionis, Eka Herdiana, seperti yang dilansir dari Suara.com, ada trik khusus yang dapat membantu masyarakat dalam memilih makanan instan, yaitu melalui prinsip ABC: Atur, Baca, dan Cukup.

"Kita harus baca label produk, di sana ada informasi nilai gizi. Kandungannya apa aja, komposisinya, terbuat dari apa," katanya saag ditemui dalam acara Pekan Sarapan Nasional 'Awali Hari Baik dengan Nestle' di Jakarta Pusat, Minggu, (17/2/2019).

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Prinsip Atur sendiri berpegang pada masalah atur porsi. Hal itu dapat memastikan jumlah asupan makanan cukup, tidak berlebih dan atau tidak kurang, sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari.

Sementara prinsip Baca adalah baca label pada kemasan makanan. Dengan begitu, kita diminta memerhatikan kandungan gizi dan cara penyajian sehingga membantu masyarakat agar memahami produk yang mereka konsumsi dan dapat menikmati manfaat produk secara maksimal.

"Sekarang ini zaman yang mudah akses makanan. Banyak produk instan tapi yang penting adalah canangkan ABC. Penting untuk baca label, kita bisa tahu kandungan apa yang ada di sana, apakah gizinya memenuhi komponen dan gizi sarapan. Apakah ini aman untuk dikomsumsi," kata Eka lagi.

Sementara prinsip Cukup adalah cukup asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan mengonsumsi beragam jenis makanan bergizi. Tidak takut lagi, kan, mengonsumsi makanan instan? Kso



Terkait
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Lainnya
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
Datuok Yusri Segera Dilantik Jadi Ketua LAK Kampar
Caleg Gagal yang Depresi Siap Ditampung Oleh Rumah Saki
Rokok Elektrik Meledak, Satu Orang Tewas
Anak Mengamuk Ditempat Umum, Ini Cara Menenangkannya
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Pendidikan
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind