Ingin Simpan Makanan Tetap Segar dengan Cara Alami? Ini Caranya

Alwira Fanzary
Senin, 7 Januari 2019 11:18:58
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Pendinginan adalah penemuan paling penting dalam sejarah makanan. Sementara lemari es komersial dan rumahan hanya digunakan selama 100 tahun terakhir, orang telah lama menggunakan lingkungan alami yang dingin untuk menyimpan makanan untuk waktu yang lama.

Suhu penting untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba. Sama seperti makanan yang sehat, bakteri dan jamur juga menikmati manfaat gizi dari makanan. Mereka akan mengonsumsi makanan dan melipatgandakan, akhirnya merusak makanan tersebut.

Ketika mikroba dapat menyebabkan penyakit, seperti salmonella, campylobacter, E coli, atau listeria, maka dapat berisiko untuk tubuh mengalami keracunan saat memakannya. Sebagian besar mikroba penyebab penyakit dapat tumbuh ke tingkat berbahaya bahkan sebelum makanan berubah bau, rasa, atau penampilan.

Semua bentuk kehidupan memerlukan beberapa hal dasar untuk tumbuh, sumber energi, yaitu sinar matahari untuk tanaman, oksigen untuk bentuk kehidupan yang lebih tinggi, air dan bahan kimia sederhana yang menyediakan nitrogen, fosfor dan sulfur. Dan air adalah kunci, sehingga menahan air akan membatasi pertumbuhan mikroba.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Sebab itu garam telah lama digunakan sebagai pengawet untuk makanan yang mudah busuk seperti daging. Garam mengikat air dan membuatnya tidak tersedia untuk mikroba. Asam melalui pengawetan atau fermentasi juga dapat digunakan, karena sebagian besar mikroba tidak menyukai kondisi asam.

Ketika makanan tidak bisa diasinkan atau diasamkan, maka harus menyimpan makanan pada suhu yang tidak disukai mikroba. Pendinginan adalah pilihan paling efektif dan ekonomis.

Biasanya, semakin tinggi tingkat kelembaban, semakin mudah makanan rusak. Menyimpan makanan kering seperti kacang-kacangan di lemari tidak masalah, namun, makanan yang kelembabannya tinggi seperti daging dan sayuran segar akan cepat rusak jika tidak didinginkan.

Kisaran suhu antara 5 celsius hingga 60 celsius merupakan zona bahaya atau tempat bakteri penyebab keracunan makanan paling umum suka tumbuh. Untuk menghindari zona bahaya, simpan makanan panas di atas 60 celsius dan simpan makanan lembaba di bawah 5 celsius.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

Pedoman dua jam atau empat jam juga dapat membantu menghindari keracunan makanan. Contohnya, kurang dari dua jam makanan harus sgera dikonsumsi atau simpan dengan tepat. Kalau lebih dari empat jam, sebaiknya makanan tidak dikonsumsi.

Sangat disarankan untuk menyimpan makanan dalam porsi kecil. Sebab, ini akan mencapai suhu yang tepat lebih cepat dari volume yang lebih besar, sebelum didinginkan atau dibekukan, dikutip dari The Independent, Senin (7/1). Rpo/Kso



Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Kadinkes Kepri Ingatkan Warga Potensi DBD di Musim Hujan
Kadinkes Kepri Ingatkan Warga Potensi DBD di Musim Hujan
Duduk Lebih Dari 6 Jam Sehari Bisa Picu Diabetes
Ini Empat Jenis Sayuran yang Ampuh Melawan Kanker
Sepi, Restoran Pertama Kaum Telanjang Bulat di Paris Ba
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung