Ransel Seukuran Manusia Ramaikan Tren Tahun 2019

Alwira Fanzary
Jumat, 4 Januari 2019 13:44:01
Ransel raksasa


Kanalsumatera.com - Tren fesyen terkadang sulit dipahami. Deretan fesyen item berbentuk aneh yang dihujat banyak orang, ternyata banyak penggemarnya. Kalau kita flash back ke 2018, tren fesyen aneh banyak mewarnai panggung mode sepanjang tahun. Mulai dari kacamata super mungil, designer bag berbentuk ajaib, baju berbahan plastik hingga celana denim compang-camping.

Kalau Anda merasa sudah melihat semua tren aneh itu, maka yang satu ini dijamin belum pernah ada sebelumnya. Meski 2019 baru saja dimulai dalam hitungan hari, sudah muncul fesyen item yang aneh. Perusahaan asal Jepang baru saja merilis tas ransel atau backpack seukuran manusia! Tak ayal, benda ini diprediksi bakal menjadi salah satu tren terburuk di 2019, dilansir dari news.co

Baca: Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026

Memang sih, Jepang dikenal dengan selera modenya yang out of the box, contohnya adalah Harajuku style yang anti mainstream. Tapi kali ini Jepang membuat terobosan baru lewat ransel dari brand Plywood.

Banyak orang memilih memakai ransel untuk alasan kepraktisan serta dapat membawa banyak benda di dalamnya. Tapi ransel Plywood lebih dari itu, Anda bisa memasukkan anak kecil dalam posisi berdiri ke dalamnya. Ransel raksasa itu memiliki kapasitas 180 liter dengan tinggi 100 cm.

Karena bentuknya yang jumbo, dalam keadaan kosong saja ransel sudah memiliki berat 1,6 kg. Meski begitu, Plywood berusaha membuat pemakainya merasa nyaman dengan aplikasi tali tambahan untuk mengurangi tekanan pada punggung.

Jika dikenakan oleh orang dewasa, panjang ransel melewati lutut dengan lebar yang menutupi tubuh. Meski berbentuk nyeleneh, nyatanya ransel seharga Rp3,6 juta itu laris manis di negara asalnya, Jepang dan akan diproduksi ulang. Vo/Kso

Lainnya
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Tempati Sekretariat Baru, Targetkan Agenda ke Depan Lebih Terfokus
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Tempati Sekretariat Baru, Targetkan Agenda ke Depan Lebih Terfokus
STIKES Hangtuah Gandeng Human Initiative Galang Dana Un
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanals
Lurah Edi : Revitalisasi Posyandu Melalui PMB RW
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind