Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik

Kanama
Minggu, 13 September 2026 08:38:16

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Mikroplastik kini menjadi salah satu persoalan lingkungan yang semakin mendapat perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke rantai makanan. Tidak hanya ditemukan di air atau makanan olahan, mikroplastik juga dilaporkan terdapat pada sejumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi sehari-hari. Minggu (13/09/2026).

Temuan mengenai keberadaan mikroplastik pada produk pangan menjadi perhatian karena buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan masyarakat. Kontaminasi dapat terjadi sejak tanaman tumbuh hingga proses distribusi dan pengolahan sebelum makanan sampai ke meja makan.

Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kontaminasi mikroplastik berbeda-beda pada setiap jenis buah dan sayuran.

Baca: Denpasar Gelar 3 Program Kesehatan Gratis Oktober 2026, Ini Cara Mengaksesnya

Apel dan wortel termasuk yang paling banyak ditemukan mengandung mikroplastik. Apel disebut memiliki rata-rata sekitar 195.500 partikel mikroplastik per gram, sementara wortel juga masuk dalam kelompok sayuran dengan tingkat kontaminasi tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya berkaitan dengan makanan laut atau air minum. Tanaman yang tumbuh di lingkungan yang telah tercemar plastik juga berpotensi menyerap atau membawa partikel plastik berukuran sangat kecil.

Baca: Ayat Cahyadi Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Islam

“Secara khusus, apel merupakan sampel buah yang paling terkontaminasi, sedangkan wortel adalah sayuran yang paling terkontaminasi,” ujar para peneliti sebagaimana dikutip dalam laporan terkait.

Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke Buah dan Sayur?

Mikroplastik dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari degradasi sampah plastik, pencemaran tanah dan air, hingga aktivitas manusia. Partikel tersebut kemudian dapat berada di lingkungan sekitar tanaman.

Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

Dalam kondisi tertentu, partikel berukuran sangat kecil dapat berinteraksi dengan sistem perakaran tanaman. Selain itu, permukaan buah dan sayuran juga dapat terpapar partikel mikroplastik dari udara, tanah, air maupun selama proses penanganan dan distribusi.

Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik tidak selalu terlihat dengan mata telanjang. Hal ini membuat keberadaannya pada bahan pangan menjadi persoalan yang sulit diketahui konsumen hanya melalui pemeriksaan visual.

Baca: Hasil Kajian KIPI Serius di Kampar, Komnas KIPI Tak Temukan Bukti Cukup Kaitan dengan Vaksin

Apel dan Wortel Jadi Perhatian

Apel menjadi salah satu buah yang mendapat perhatian karena jumlah partikel mikroplastik yang ditemukan tergolong tinggi. Sementara itu, wortel disebut sebagai salah satu sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi.

Temuan ini menjadi penting bagi masyarakat Indonesia karena apel dan wortel merupakan bahan pangan yang cukup umum dikonsumsi, baik secara langsung maupun sebagai bagian dari berbagai olahan makanan.

Baca: Momentum Hari Asuransi ke-20, AAUI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Meski demikian, keberadaan mikroplastik pada makanan tidak serta-merta berarti setiap konsumsi buah atau sayur tersebut akan menimbulkan dampak kesehatan tertentu. Penelitian mengenai dampak jangka panjang paparan mikroplastik terhadap manusia masih terus berkembang.

Tetap Konsumsi Buah dan Sayur

Baca: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Meski Ditanggung BPJS, Ini Rinciannya

Di tengah kekhawatiran mengenai mikroplastik, masyarakat tetap dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat.

Langkah sederhana seperti mencuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi dapat membantu membersihkan kotoran dan kontaminan yang berada di permukaan. Masyarakat juga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi sumber pencemaran mikroplastik.

Persoalan mikroplastik pada bahan pangan pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan secara lebih luas. (SM)



Terkait
Kurang Tidur Kronis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Onkologi
Kurang Tidur Kronis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Onkologi
Kolesterol Tinggi? Ini 9 Buah yang Bisa Membantu Menuru
Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal G
Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap
Lainnya
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Uniknya Kisah "Sambal Balacan Love" Ala Nurdin Basirun
"Sumatera Prestige Cup 2019" Digelar di Takengon, Dinil
Ribuan Hektare Lahan di Pekanbaru Belum Termanfaatkan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo
MUI Desak Polri Klarifikasi Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo
Legislator PKS Johan Rosihan Dukung Polri Tetapkan 20 K
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Capres-Cawapres
Hukum
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo
Dedi Congor Jadi Tersangka KPK dan Polri, Ini Kasusnya
Empat Polisi di Batam Diamankan Terkait Etomidate, Kapo
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar