Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Mikroplastik kini menjadi salah satu persoalan lingkungan yang semakin mendapat perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke rantai makanan. Tidak hanya ditemukan di air atau makanan olahan, mikroplastik juga dilaporkan terdapat pada sejumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi sehari-hari. Minggu (13/09/2026).
Temuan mengenai keberadaan mikroplastik pada produk pangan menjadi perhatian karena buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan masyarakat. Kontaminasi dapat terjadi sejak tanaman tumbuh hingga proses distribusi dan pengolahan sebelum makanan sampai ke meja makan.
Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kontaminasi mikroplastik berbeda-beda pada setiap jenis buah dan sayuran.
Baca: Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu dan Picu Gejala Mirip Flu
Apel dan wortel termasuk yang paling banyak ditemukan mengandung mikroplastik. Apel disebut memiliki rata-rata sekitar 195.500 partikel mikroplastik per gram, sementara wortel juga masuk dalam kelompok sayuran dengan tingkat kontaminasi tinggi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya berkaitan dengan makanan laut atau air minum. Tanaman yang tumbuh di lingkungan yang telah tercemar plastik juga berpotensi menyerap atau membawa partikel plastik berukuran sangat kecil.
Baca: Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal Gadot di Kampanye Terbaru
“Secara khusus, apel merupakan sampel buah yang paling terkontaminasi, sedangkan wortel adalah sayuran yang paling terkontaminasi,” ujar para peneliti sebagaimana dikutip dalam laporan terkait.
Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke Buah dan Sayur?
Mikroplastik dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari degradasi sampah plastik, pencemaran tanah dan air, hingga aktivitas manusia. Partikel tersebut kemudian dapat berada di lingkungan sekitar tanaman.
Baca: Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi Dari Masjid Menggerakkan Ekonomi Ummat
Dalam kondisi tertentu, partikel berukuran sangat kecil dapat berinteraksi dengan sistem perakaran tanaman. Selain itu, permukaan buah dan sayuran juga dapat terpapar partikel mikroplastik dari udara, tanah, air maupun selama proses penanganan dan distribusi.
Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik tidak selalu terlihat dengan mata telanjang. Hal ini membuat keberadaannya pada bahan pangan menjadi persoalan yang sulit diketahui konsumen hanya melalui pemeriksaan visual.
Baca: Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap Alasannya
Apel dan Wortel Jadi Perhatian
Apel menjadi salah satu buah yang mendapat perhatian karena jumlah partikel mikroplastik yang ditemukan tergolong tinggi. Sementara itu, wortel disebut sebagai salah satu sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi.
Temuan ini menjadi penting bagi masyarakat Indonesia karena apel dan wortel merupakan bahan pangan yang cukup umum dikonsumsi, baik secara langsung maupun sebagai bagian dari berbagai olahan makanan.
Meski demikian, keberadaan mikroplastik pada makanan tidak serta-merta berarti setiap konsumsi buah atau sayur tersebut akan menimbulkan dampak kesehatan tertentu. Penelitian mengenai dampak jangka panjang paparan mikroplastik terhadap manusia masih terus berkembang.
Tetap Konsumsi Buah dan Sayur
Di tengah kekhawatiran mengenai mikroplastik, masyarakat tetap dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat.
Langkah sederhana seperti mencuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi dapat membantu membersihkan kotoran dan kontaminan yang berada di permukaan. Masyarakat juga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi sumber pencemaran mikroplastik.
Persoalan mikroplastik pada bahan pangan pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan secara lebih luas. (SM)
