Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu dan Picu Gejala Mirip Flu

Kanama
Jumat, 11 September 2026 21:38:57

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Para ilmuwan di China menemukan virus baru yang dapat ditularkan melalui gigitan kutu. Virus yang diberi nama Asian longhorned tick nairovirus (ALTNV) tersebut diketahui dapat menyebabkan penyakit dengan gejala menyerupai infeksi influenza. Jumat (11/09/2026).

Temuan ini menjadi perhatian karena infeksi ALTNV dapat memunculkan sejumlah gejala, mulai dari demam, kelelahan, gangguan saluran pencernaan hingga perubahan hasil pemeriksaan darah dan fungsi organ tertentu.

Penelitian mengenai virus tersebut dipimpin ilmuwan dari State Key Laboratory of Pathogen and Biosecurity, Beijing. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Baca: Ralph Lauren Diserbu Seruan Boikot Usai Tampilkan Gal Gadot di Kampanye Terbaru

Penemuan ALTNV bermula ketika peneliti menyelidiki kasus pasien yang mengalami gejala infeksi Dabie bandavirus (DBV), tetapi hasil pemeriksaan terhadap penyakit yang ditularkan kutu tersebut justru negatif.

DBV sendiri merupakan virus penyebab severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS) atau sindrom demam berat dengan trombositopenia. Penyakit ini telah ditemukan di sejumlah wilayah Asia dan memiliki tingkat kematian kasus sekitar 10 hingga 30 persen.

Baca: Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi Dari Masjid Menggerakkan Ekonomi Ummat

WHO memasukkan DBV sebagai salah satu patogen yang menjadi prioritas penelitian.

Ditemukan pada Ribuan Pasien

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menganalisis sampel dari pasien yang memiliki riwayat gigitan kutu di sejumlah rumah sakit di wilayah China yang diketahui menjadi lokasi peredaran virus yang ditularkan kutu.

Baca: Sering Minum Air Putih Belum Tentu Baik, Dokter Ungkap Alasannya

Virus ALTNV berhasil diidentifikasi melalui proses sekuensing RNA dan isolasi virus. Analisis filogenomik menunjukkan ALTNV termasuk kelompok orthonairovirus dari famili Nairoviridae.

Dari 3.163 pasien yang diperiksa, sebanyak 10,4 persen dinyatakan positif ALTNV berdasarkan deteksi RNA atau antibodi imunoglobulin M (IgM).

Yang menarik, dari pasien yang hasil pemeriksaannya negatif terhadap DBV, sekitar 15,1 persen ternyata positif ALTNV. Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan infeksi ALTNV selama ini terlewat ketika pasien diperiksa menggunakan metode diagnosis untuk penyakit lain.

Kelelahan dan Gangguan Pencernaan Jadi Gejala Dominan

Peneliti menemukan sejumlah gejala yang paling sering dialami pasien yang hanya terinfeksi ALTNV.

Kelelahan menjadi gejala paling dominan dengan persentase 84 persen, disusul gangguan saluran pencernaan sebesar 80 persen.

Selain itu, sekitar 38 persen pasien mengalami trombositopenia, sedangkan 36 persen menunjukkan peningkatan kadar aminotransferase. Kondisi tersebut dapat menjadi indikator adanya peradangan atau kerusakan pada hati maupun jaringan tubuh lainnya.

Meski demikian, pasien yang dalam penelitian hanya mengalami infeksi ALTNV dilaporkan dapat sembuh sepenuhnya.

Koinfeksi ALTNV dan DBV Lebih Berisiko

Risiko kesehatan berbeda ditemukan pada pasien yang mengalami infeksi bersamaan antara ALTNV dan DBV.

Kelompok pasien dengan koinfeksi tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan dan gangguan fungsi ginjal dibandingkan pasien yang hanya terinfeksi DBV.

Gangguan pernapasan tercatat pada 61 persen pasien koinfeksi, dibandingkan 38 persen pada pasien yang hanya terinfeksi DBV. Sementara gangguan fungsi ginjal mencapai 84 persen, berbanding 66 persen pada kelompok DBV saja.

Dari 38 pasien yang mengalami koinfeksi, 7 orang atau sekitar 18,4 persen meninggal dunia.

Kutu Haemaphysalis Longicornis Diduga Menjadi Pembawa

Penelitian juga dilakukan terhadap puluhan ribu kutu yang dikumpulkan dari berbagai wilayah China.

RNA ALTNV terdeteksi pada 1,3 persen dari 47.428 kutu yang dikumpulkan dari 15 provinsi. Tingkat deteksi tertinggi ditemukan pada Haemaphysalis longicornis, yakni sekitar 1,8 persen.

Dalam eksperimen, kutu jenis tersebut juga terbukti mampu menularkan virus kepada tikus.

Peneliti menyebut ALTNV dan DBV ditemukan beredar di wilayah yang sama serta menggunakan vektor kutu yang sama. Karena itu, kemampuan diagnosis yang dapat membedakan kedua infeksi tersebut dinilai penting, terutama di wilayah yang menjadi endemis SFTS.

Penemuan ALTNV menambah daftar virus yang perlu mendapat perhatian dalam penelitian penyakit yang ditularkan melalui kutu. Meski temuan ini berasal dari penelitian di China, hasil tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan terhadap virus baru dan peningkatan akurasi diagnosis pada pasien dengan riwayat gigitan kutu. (SM)



Lainnya
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Galang Donasi Bencana, Rumah Yatim Gandeng Media Kanalsumatera.com
Terdiri dari Banyak Pulau, Kepri Mudah Kendalikan Penya
Begadang Melemahkan Sistem Imunitas Tubuh
Rumah Tangga di Tiga Kecamatan di Pekanbaru akan Diberi
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan