Veganuari Klaim Setiap Enam Detik Seorang Mendaftar jadi Vegetarian

Alwira Fanzary
Rabu, 2 Januari 2019 14:59:32
Ilustrasi


Kanalsumatera.com - Pada awal tahun, ternyata banyak orang mencoba dry Januari atau veganuary untuk melihat manfaatnya bagi tubuh mereka. Lembaga vegetarian, Veganuari mencatat bahwa setiap enam detik orang mendaftar untuk menjadi seorang vegetarian.

Dilansir laman Metro.co.uk, badan amal ini pun memperkirakan bahwa tahun 2019 minat orang menjadi seorang vegetarian pun akan meningkat, diprediksi ada 300 ribu orang yang akan menjadi vegan selama Januari.

"Memasuki tahun kelima, kami melihat kampanye ini setiap tahunnya mengalami peningkatan lebih dari dua kali," kata CEO Veganuary Simon Winch.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Rich Hardy, Kepala Kampanye di Veganuary, mengatakan bahwa Veganuary didedikasikan untuk mengubah persepsi publik sambil memberikan semua informasi. Serta dukungan praktis yang diperlukan untuk membuat perubahan menjadi vegan dengan mudah dan menyenangkan.

Dia menjelaskan, jika Anda ingin mencoba menjadi vegan, pihaknya dapat memberikan Anda panduan paket makan, panduan berbelanja bahan makanan.

Di sisi lain, ternyata banyak alasan seseorang menjadi seorang vegan mulai dari ingin merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dan dampak yang mereka buat pada dunia.

Ada pula yang ingin memberi tantangan pada diri mereka sendiri, dan banyak yang menggabungkan Veganuary dengan resolusi Tahun Baru mereka. Vo/Ir



Terkait
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Mas
Ada Perempuan Berat 350 Kg di Kalteng
Sering Tertipu Kosmetik Oplosan, Via Vallen Kapok Terim
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik