Dinkes Kampar Perkuat Validasi Data Promkes dan UKS, Dorong Program Kesehatan Tepat Sasaran
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar memperkuat kualitas data Promosi Kesehatan (Promkes) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui kegiatan Komunikasi Data (KOMDAT) Kesehatan Masyarakat Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Bangkinang, Selasa (27/10/2026), dengan melibatkan penanggung jawab Program Promkes dan UKS dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Kampar.
Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional
KOMDAT Kesmas 2026 diikuti Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Poppy Ramadhini, SKM., M.Si., serta menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, yakni Nong Irma Suriani, SKM., tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, serta Ade Febrian, SKM., Fungsional Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai koordinasi, pemeriksaan, validasi, pencatatan, dan pelaporan data Promkes serta UKS. Kesamaan pemahaman mengenai indikator dan mekanisme pelaporan menjadi salah satu aspek penting untuk menghasilkan data yang akurat, lengkap, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca: Denpasar Gelar 3 Program Kesehatan Gratis Oktober 2026, Ini Cara Mengaksesnya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das'at, M.H., menegaskan bahwa data kesehatan mempunyai peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan pelaksanaan program. Data tidak hanya berfungsi sebagai bahan laporan, tetapi juga menjadi dasar untuk menilai keberhasilan kegiatan, menemukan persoalan, menetapkan prioritas, dan merumuskan langkah perbaikan.
Karena itu, setiap Puskesmas didorong untuk memastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemeriksaan dan validasi perlu dilakukan secara berkala guna mengurangi kesalahan pencatatan, ketidaksesuaian informasi, maupun kekosongan data.
Hasil komunikasi data tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program dan mengidentifikasi kendala di lapangan. Dengan demikian, pengelolaan data tidak berhenti pada kegiatan administrasi, tetapi benar-benar mendukung peningkatan efektivitas program kesehatan masyarakat.
Baca: Ayat Cahyadi Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Islam
Dinkes Kampar Tekankan Kolaborasi Program UKS
Selain meningkatkan kualitas data, Dinkes Kampar menyoroti pentingnya kerja sama dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah. Penanggung jawab UKS di Puskesmas diharapkan membangun koordinasi aktif dengan kepala sekolah, guru UKS, dan pihak terkait agar kegiatan kesehatan di lingkungan pendidikan berjalan lebih optimal.
Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
“Diharapkan kepada Bapak/Ibu Penanggung Jawab Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar berkolaborasi dengan kepala sekolah dan guru UKS dalam pelaksanaan program,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa pelaksanaan UKS perlu terintegrasi dengan program kesehatan lainnya. Pendekatan kolaboratif dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan serta mendukung pencapaian target program yang telah ditetapkan.
“Penanggung jawab Program UKS diharapkan berkolaborasi dengan program-program lainnya, tidak hanya melaksanakan kegiatan secara mandiri, tetapi juga bersinergi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan, baik berupa penyuluhan, edukasi, maupun kegiatan promotif dan preventif lainnya, guna mencapai target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Baca: Hasil Kajian KIPI Serius di Kampar, Komnas KIPI Tak Temukan Bukti Cukup Kaitan dengan Vaksin
Promkes dan UKS Dukung Penerapan PHBS
Program Promosi Kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sementara itu, UKS menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah melalui edukasi dan kegiatan kesehatan bagi warga satuan pendidikan.
Baca: Dinkes Kampar Perkuat Desa Siaga TB, Temukan 959 Kasus hingga September 2026
Keterpaduan kedua program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, sekolah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur terkait lainnya.
Dinkes Kampar juga mendorong komunikasi berkelanjutan antara penanggung jawab program di Puskesmas dan pengelola program di tingkat kabupaten. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan kendala pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kesesuaian data yang dilaporkan.
Melalui KOMDAT Kesmas 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap tersedianya data Promkes dan UKS yang lebih berkualitas untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program secara terukur dan tepat sasaran.
Baca: Momentum Hari Asuransi ke-20, AAUI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah
Penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas program serta lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kampar.
Semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Satu Data, Satu Persepsi, dan Satu Komitmen untuk Kesehatan Masyarakat Kampar yang Lebih Baik.” (SM)
