Sering Diabaikan, Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga dan memperhatikan waktu tidur. Pola makan sehari-hari juga memiliki peran penting karena sejumlah kebiasaan makan dapat meningkatkan beban kerja ginjal. Sabtu (26/09/2026).
Ginjal merupakan organ vital yang terus bekerja menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Masalahnya, gangguan pada organ ini kerap berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali hingga kondisinya menjadi lebih serius.
Dokter spesialis nefrologi dari Cook County Health, dr Kalyani Perumal, MD, mengingatkan bahwa penyakit ginjal sering berkembang secara diam-diam.
Baca: Kasus Influenza A Naik di Indonesia, Pakar UGM Ungkap 6 Cara Cegah Penularan
"Penyakit ginjal adalah pembunuh diam-diam, sehingga banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit ginjal sampai mereka berada pada stadium lanjut," ujar dr Kalyani Perumal, dikutip dari Parade.
Sering Makan Fast Food dan Makanan Tinggi Garam
Baca: Pasien DBD Tetap Keluar Biaya Meski Ditanggung BPJS, Ini Rinciannya
Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi natrium, serta makanan ultra-proses.
Kebiasaan tersebut tidak selalu muncul ketika seseorang sudah dewasa. Pola makan yang terbentuk sejak anak-anak dan remaja dapat terbawa hingga bertahun-tahun kemudian.
"Sebagai anak-anak dan remaja, kita terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji karena jadwal sekolah yang sibuk, masa-masa kuliah yang penuh tekanan, banyaknya kegiatan, serta kehidupan sosial yang aktif. Hal ini menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan," terang dr Perumal.
Baca: Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip Asam Lambung, Kenali Tanda Bahayanya
Menurut penjelasan tersebut, pola makan yang tidak sehat dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi seperti obesitas, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Kondisi-kondisi tersebut merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal.
Mengapa Kerusakan Ginjal Sering Tidak Disadari?
Baca: Kurang Tidur Kronis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Onkologi
Ginjal memiliki kapasitas cadangan yang besar sehingga penurunan fungsi organ tersebut tidak selalu langsung menimbulkan keluhan.
Akibatnya, seseorang bisa saja tidak merasakan nyeri atau perubahan kondisi tubuh yang signifikan ketika fungsi ginjal mulai menurun.
Dalam artikel sumber disebutkan sekitar sembilan dari sepuluh orang dengan penyakit ginjal kronis tidak menyadari kondisi tersebut. Pemeriksaan medis menjadi penting karena gangguan ginjal pada tahap awal dapat tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Baca: Kolesterol Tinggi? Ini 9 Buah yang Bisa Membantu Menurunkannya
"Tanda-tanda paling awal dari penyakit ginjal hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah dan urine," tegas dr Perumal.
Garam Berlebih Dapat Menambah Beban Ginjal
Baca: Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Mengandung Mikroplastik
Konsumsi natrium secara berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang terdapat di ginjal. Pembuluh darah tersebut memiliki peran penting dalam proses penyaringan limbah dari tubuh.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, fast food, serta makanan ultra-proses secara berlebihan perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ginjal.
Baca: Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu dan Picu Gejala Mirip Flu
Gejala seperti pembengkakan pada kaki, wajah yang tampak sembap, atau kelelahan berat dapat muncul ketika gangguan ginjal sudah berkembang. Namun, pemeriksaan darah dan urine tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal secara lebih dini. (SM)
