Duduk Lebih Dari 6 Jam Sehari Bisa Picu Diabetes

Alwira Fanzary
Rabu, 27 Maret 2019 15:04:53
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Di era yang serba online ini, aktivitas duduk kerap dilakukan sepanjang hari. Meski sering dianggap sepele, namun terlalu lama duduk bisa memperburuk kondisi kesehatan. Bahkan sebuah penelitian menyebut, duduk lebih dari enam jam sehari bisa menyebabkan kematian.

Dilansir laman Independent, di Inggris dalam setahun hampir 70 ribu kematian disebabkan oleh kebiasaan terlalu lama duduk. Kondisi itu juga menelan biaya hingga Rp13 triliun per tahun.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, kegiatan duduk yang terlalu lama bertanggung jawab atas pengeluaran Rp7 triliun untuk penyakit kardiovaskular, Rp5 triliun untuk diabetes tipe 2 dan Rp561 miliar untuk kanker usus besar (2016-2017).

Penulis penelitian dari Queen's University Belfast dan Ulster University, juga menemukan bahwa 11,6 persen kematian di Inggris sebenarnya pada tahun 2016 dapat dicegah jika orang tidak duduk untuk waktu yang lama.

Baca: Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater

Risiko kesehatan dari perilaku duduk yang terlalu lama telah didokumentasikan dengan baik, tetapi ini adalah salah satu studi pertama yang meneliti konsekuensi keuangan.

Dalam studi ini, para peneliti mendasarkan perhitungan mereka pada estimasi uang yang dihabiskan oleh NHS pada penyakit-penyakit tersebut di Inggris selama tahun keuangan 2016- 2017.

Mereka kemudian mengumpulkan data dari sebuah survei besar dari 2012 tentang kebiasaan duduk di Inggris. Mereka menggabungkan data itu dengan perkiraan berapa banyak perilaku duduk meningkatkan risiko penyakit berdasarkan penelitian sebelumnya.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti tingkat merokok dan kebugaran, mereka juga menemukan bahwa jika orang duduk kurang dari enam jam sehari bisa mengurangi 17 persen dari kasus diabetes tipe 2 dan 7,5 persen dari kanker paru-paru. Selain juga menghilangkan lima persen dari kasus penyakit kardiovaskular.

Baca: BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan

Studi ini memang tidak dapat membuktikan sebab dan akibat tetapi tim peneliti bersikeras bahwa temuan itu cukup menjadi bukti ke badan kesehatan masyarakat untuk berinvestasi dalam sumber daya dan program pencegahan yang akan mengurangi perilaku duduk yang terlalu lama.

Penulis utama Leonie Heron dari Queen's University Belfast mengatakan bahwa meski telah memenuhi tingkat aktivitas yang disarankan, seorang masih berisiko memiliki penyakit jika duduk selama lebih dari enam jam sehari.

Profesor Naveed Sattar, seorang profesor kedokteran metabolisme di Universitas Glasgow yang tidak terlibat dalam penelitian ini, justru mengatakan sebaliknya. Ia mengungkapkan selama tetap aktif di waktu lain, risiko penyakit seperti diabetes akibat duduk terlalu lama bisa dikurangi.

“Pesan intinya ialah agar orang bisa memenuhi kegiatan fisik seperti berjalan ke tempat kerjanya atau saat malamnya," kata dia. Kso



Terkait
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Cek Kesehatan Gratis Masuk DPRD Riau, Diskes Pekanbaru
Lainnya
Jumlah Penderita HIV/Aids Kepri Memprihatinkan, Terbanyak di Batam
Jumlah Penderita HIV/Aids Kepri Memprihatinkan, Terbanyak di Batam
Kasus DBD yang Terjadi di Tanah Datar Sudah 24 Orang Te
Bersiap, Seleksi Pegawai Setara PNS Dibuka 8 Februari
Ribuan Hektare Lahan di Pekanbaru Belum Termanfaatkan
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I