Waspada! 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Lonjakan Gula Darah, Termasuk Minum Kopi
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menjaga kadar gula darah tetap stabil bukan hanya berkaitan dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata juga dapat memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh.
Mulai dari kebiasaan minum kopi pada pagi hari, kurang tidur, hingga terlalu lama duduk tanpa aktivitas fisik perlu menjadi perhatian. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.
Kondisi ini terutama perlu diwaspadai oleh orang yang mengalami pradiabetes maupun diabetes, karena tubuh mereka cenderung lebih sulit mempertahankan kadar glukosa dalam rentang yang sehat.
Baca: T. Nurheryani Ahmad Yuzar Resmi Pimpin YJI Kampar 2026–2031, Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung
Dikutip dari detikHealth, Sabtu (07/11/2026), terdapat tiga kebiasaan yang dapat memengaruhi kestabilan gula darah dan sebaiknya mulai diperhatikan.
1. Minum Kopi dengan Cara dan Waktu yang Kurang Tepat
Baca: Wajah Membengkak Bukan Hanya karena Alergi, Ini Beragam Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Kopi memang menjadi minuman favorit banyak orang untuk mengawali aktivitas. Namun, cara mengonsumsinya ternyata dapat memengaruhi respons gula darah.
Penambahan gula, krimer manis, dan sirup dengan kandungan gula tinggi dapat meningkatkan asupan gula secara berlebihan.
Selain itu, kandungan kafein dalam kopi juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap insulin pada sebagian orang.
Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional
Ahli gizi Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, menjelaskan bahwa peningkatan glukosa pada awal hari berpotensi memengaruhi fluktuasi gula darah sepanjang hari.
Ia menyarankan agar seseorang memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi kopi, termasuk dengan melakukan pemantauan menggunakan alat pengukur glukosa.
Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
Bagi orang yang mengalami peningkatan gula darah setelah minum kopi, mengonsumsinya bersamaan dengan sarapan dan menghindari tambahan sirup manis dapat menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.
2. Kebiasaan Kurang Tidur
Kualitas tidur ternyata memiliki hubungan erat dengan pengaturan kadar gula darah.
Baca: Hasil Kajian KIPI Serius di Kampar, Komnas KIPI Tak Temukan Bukti Cukup Kaitan dengan Vaksin
Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat menurunkan sensitivitas insulin. Akibatnya, tubuh menjadi kurang efektif dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
Ahli gizi Vandana Sheth menjelaskan bahwa tidur sering kali kurang mendapatkan perhatian, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan metabolisme.
Baca: Dinkes Kampar Perkuat Desa Siaga TB, Temukan 959 Kasus hingga September 2026
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa durasi tidur kurang dari enam jam per malam serta kebiasaan tidur terlalu larut dapat berkaitan dengan peningkatan resistensi insulin.
Selain memengaruhi metabolisme, kurang tidur juga bisa membuat seseorang lebih mudah memilih makanan kurang sehat dan mengurangi keinginan untuk melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, menjaga jadwal tidur secara konsisten menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kestabilan gula darah.
Baca: Momentum Hari Asuransi ke-20, AAUI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah
3. Terlalu Lama Duduk, Terutama Setelah Makan
Kebiasaan duduk dalam waktu lama, baik karena pekerjaan maupun aktivitas lainnya, juga perlu diwaspadai.
Baca: Cicak Sering Muncul di Rumah? Ini 4 Kondisi yang Jadi Penyebabnya
Ketika tubuh jarang bergerak, penggunaan glukosa oleh otot menjadi berkurang. Padahal, aktivitas otot membantu tubuh memanfaatkan gula darah sebagai sumber energi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas fisik sederhana memiliki manfaat tersendiri, terutama setelah seseorang selesai makan.
Vandana Sheth menyarankan agar seseorang membiasakan diri melakukan gerakan ringan setelah makan.
Baca: Sering Diabaikan, Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal
Bahkan, berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu tubuh menggunakan glukosa.
"Istirahat bergerak singkat membantu kadar gula darah Anda sepanjang hari," tambahnya.
Baca: Kasus Influenza A Naik di Indonesia, Pakar UGM Ungkap 6 Cara Cegah Penularan
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat
Menjaga kadar gula darah bukan semata-mata dengan menghindari makanan manis. Pola tidur, kebiasaan minum kopi, serta aktivitas fisik sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Menerapkan pola makan seimbang, membatasi tambahan gula, mencukupi kebutuhan tidur, dan rutin bergerak merupakan beberapa langkah yang dapat mendukung kesehatan metabolisme.
Baca: Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip Asam Lambung, Kenali Tanda Bahayanya
Bagi penderita diabetes, pemantauan gula darah secara berkala dan mengikuti anjuran tenaga medis tetap menjadi hal penting.
Perubahan kebiasaan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Dengan demikian, risiko gangguan metabolisme dapat dikelola lebih baik sekaligus membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (SM)
