Waspada! 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Lonjakan Gula Darah, Termasuk Minum Kopi

Kanama
Sabtu, 7 November 2026 19:47:14

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menjaga kadar gula darah tetap stabil bukan hanya berkaitan dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata juga dapat memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh.

Mulai dari kebiasaan minum kopi pada pagi hari, kurang tidur, hingga terlalu lama duduk tanpa aktivitas fisik perlu menjadi perhatian. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.

Kondisi ini terutama perlu diwaspadai oleh orang yang mengalami pradiabetes maupun diabetes, karena tubuh mereka cenderung lebih sulit mempertahankan kadar glukosa dalam rentang yang sehat.

Baca: T. Nurheryani Ahmad Yuzar Resmi Pimpin YJI Kampar 2026–2031, Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

Dikutip dari detikHealth, Sabtu (07/11/2026), terdapat tiga kebiasaan yang dapat memengaruhi kestabilan gula darah dan sebaiknya mulai diperhatikan.

1. Minum Kopi dengan Cara dan Waktu yang Kurang Tepat

Baca: Wajah Membengkak Bukan Hanya karena Alergi, Ini Beragam Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Kopi memang menjadi minuman favorit banyak orang untuk mengawali aktivitas. Namun, cara mengonsumsinya ternyata dapat memengaruhi respons gula darah.

Penambahan gula, krimer manis, dan sirup dengan kandungan gula tinggi dapat meningkatkan asupan gula secara berlebihan.

Selain itu, kandungan kafein dalam kopi juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap insulin pada sebagian orang.

Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional

Ahli gizi Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, menjelaskan bahwa peningkatan glukosa pada awal hari berpotensi memengaruhi fluktuasi gula darah sepanjang hari.

Ia menyarankan agar seseorang memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi kopi, termasuk dengan melakukan pemantauan menggunakan alat pengukur glukosa.

Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

Bagi orang yang mengalami peningkatan gula darah setelah minum kopi, mengonsumsinya bersamaan dengan sarapan dan menghindari tambahan sirup manis dapat menjadi langkah yang patut dipertimbangkan.

2. Kebiasaan Kurang Tidur

Kualitas tidur ternyata memiliki hubungan erat dengan pengaturan kadar gula darah.

Baca: Hasil Kajian KIPI Serius di Kampar, Komnas KIPI Tak Temukan Bukti Cukup Kaitan dengan Vaksin

Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat menurunkan sensitivitas insulin. Akibatnya, tubuh menjadi kurang efektif dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.

Ahli gizi Vandana Sheth menjelaskan bahwa tidur sering kali kurang mendapatkan perhatian, padahal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan metabolisme.

Baca: Dinkes Kampar Perkuat Desa Siaga TB, Temukan 959 Kasus hingga September 2026

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa durasi tidur kurang dari enam jam per malam serta kebiasaan tidur terlalu larut dapat berkaitan dengan peningkatan resistensi insulin.

Selain memengaruhi metabolisme, kurang tidur juga bisa membuat seseorang lebih mudah memilih makanan kurang sehat dan mengurangi keinginan untuk melakukan aktivitas fisik.

Karena itu, menjaga jadwal tidur secara konsisten menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kestabilan gula darah.

Baca: Momentum Hari Asuransi ke-20, AAUI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah

3. Terlalu Lama Duduk, Terutama Setelah Makan

Kebiasaan duduk dalam waktu lama, baik karena pekerjaan maupun aktivitas lainnya, juga perlu diwaspadai.

Baca: Cicak Sering Muncul di Rumah? Ini 4 Kondisi yang Jadi Penyebabnya

Ketika tubuh jarang bergerak, penggunaan glukosa oleh otot menjadi berkurang. Padahal, aktivitas otot membantu tubuh memanfaatkan gula darah sebagai sumber energi.

Kondisi tersebut membuat aktivitas fisik sederhana memiliki manfaat tersendiri, terutama setelah seseorang selesai makan.

Vandana Sheth menyarankan agar seseorang membiasakan diri melakukan gerakan ringan setelah makan.

Baca: Sering Diabaikan, Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Ginjal

Bahkan, berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu tubuh menggunakan glukosa.

"Istirahat bergerak singkat membantu kadar gula darah Anda sepanjang hari," tambahnya.

Baca: Kasus Influenza A Naik di Indonesia, Pakar UGM Ungkap 6 Cara Cegah Penularan

Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat

Menjaga kadar gula darah bukan semata-mata dengan menghindari makanan manis. Pola tidur, kebiasaan minum kopi, serta aktivitas fisik sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Menerapkan pola makan seimbang, membatasi tambahan gula, mencukupi kebutuhan tidur, dan rutin bergerak merupakan beberapa langkah yang dapat mendukung kesehatan metabolisme.

Baca: Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip Asam Lambung, Kenali Tanda Bahayanya

Bagi penderita diabetes, pemantauan gula darah secara berkala dan mengikuti anjuran tenaga medis tetap menjadi hal penting.

Perubahan kebiasaan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Dengan demikian, risiko gangguan metabolisme dapat dikelola lebih baik sekaligus membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (SM)



Terkait
Kolesterol Tinggi? Ini 9 Buah yang Bisa Membantu Menurunkannya
Kolesterol Tinggi? Ini 9 Buah yang Bisa Membantu Menurunkannya
Bukan Cuma Air, Buah dan Sayur Ini Ternyata Banyak Meng
Virus Baru ALTNV Ditemukan di China, Ditularkan Kutu da
Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi D
Lainnya
Ketua DPRD Rohul  Himbau Warga Tidak Perlu Panik Sikapi Virus Corona
Ketua DPRD Rohul  Himbau Warga Tidak Perlu Panik Sikapi Virus Corona
Menkes Tunisia Mundur Setelah 11 Bayi Meninggal di RS
Baru Tiga Menit Menikah, Perempuan di Kuwait Ini Minta
Berhenti Konsumsi Kopi Sebabkan Migrain?
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I