Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip Asam Lambung, Kenali Tanda Bahayanya
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Serangan jantung tidak selalu muncul dengan nyeri dada hebat yang membuat seseorang langsung menyadari adanya kondisi darurat. Pada sejumlah kasus, gejalanya justru terasa ringan dan menyerupai gangguan pencernaan, termasuk asam lambung atau sensasi panas di dada. Kamis (17/09/2026).
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena keterlambatan mendapatkan pertolongan medis dapat meningkatkan risiko kerusakan pada otot jantung. Saat serangan jantung terjadi, aliran darah yang membawa oksigen menuju sebagian otot jantung dapat berkurang drastis atau bahkan terhenti.
Dikutip dari Hindustan Times, ahli jantung Dr Tyagi menjelaskan bahwa semakin lama penyumbatan berlangsung, semakin besar pula potensi kerusakan permanen pada jaringan jantung.
Baca: Obat Diabetes SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Penjelasan Dokter
Salah satu masalahnya, sebagian orang masih menganggap keluhan ringan pada dada sebagai gangguan pencernaan. Padahal, rasa tidak nyaman tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal serangan jantung.
Serangan Jantung Tidak Selalu Ditandai Nyeri Hebat
Baca: T. Nurheryani Ahmad Yuzar Resmi Pimpin YJI Kampar 2026–2031, Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung
Keluhan akibat serangan jantung tidak selalu berupa rasa sakit menusuk atau nyeri yang sangat kuat. Pasien dapat merasakan dada seperti ditekan, terjepit, berat, penuh, begah, atau sekadar merasa tidak nyaman.
Sensasi tersebut dapat muncul selama beberapa menit, kemudian mereda dan kembali muncul dengan intensitas yang lebih kuat.
Karena itu, menunggu sampai rasa sakit menjadi sangat parah bukan langkah yang tepat.
Baca: RSUD Arifin Achmad Riau Akui Ruang Rawat Inap Terbatas, Puluhan Pasien IGD Masih Menunggu Kamar
"Kesalahan umum adalah menunggu sampai rasa sakit menjadi tak tertahankan sebelum mencari pertolongan. Itu tidak disarankan," Dr Tyagi memperingatkan.
"Bahkan rasa tidak nyaman di dada yang ringan atau tidak biasa pun harus ditanggapi dengan serius, terutama jika disertai dengan tanda-tanda peringatan lainnya," tambahnya.
Baca: Wajah Membengkak Bukan Hanya karena Alergi, Ini Beragam Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Nyeri Bisa Menjalar ke Bagian Tubuh Lain
Serangan jantung juga dapat sulit dikenali karena keluhan tidak selalu terpusat di dada. Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke sejumlah bagian tubuh akibat jalur saraf yang membawa sensasi dari organ dalam.
"Gejala serangan jantung tidak selalu terbatas pada dada. Ketidaknyamanan dapat menyebar ke salah satu atau kedua lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas."
Baca: Dinkes Kampar Perkuat Validasi Data Promkes dan UKS, Dorong Program Kesehatan Tepat Sasaran
Keluhan pada rahang, punggung, atau area antara tulang belikat terkadang dianggap sebagai masalah otot. Namun, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih apabila muncul bersamaan dengan gejala lain.
"Jika terjadi bersamaan dengan sesak napas, berkeringat, mual, atau rasa tidak nyaman di dada, keluhan tersebut tidak seharusnya langsung dianggap sebagai masalah otot atau gangguan pencernaan," ujar Dr Tyagi.
Baca: Dinkes Kampar Tuntaskan Target 100 Persen BIK 2026, Imunisasi PCV2 Capai Target Nasional
Mengapa Sering Disangka Asam Lambung?
Rasa panas, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada dan perut bagian atas dapat membuat seseorang mengira sedang mengalami asam lambung atau gangguan pencernaan.
Pada kondisi tersebut, sebagian orang mungkin memilih mengonsumsi obat maag terlebih dahulu dan menunggu gejalanya membaik.
Baca: Ayat Cahyadi Tekankan Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Berlandaskan Nilai-Nilai Islam
"Gangguan pencernaan, keasaman, dan rasa panas di dada adalah hal biasa, dan sebagian besar episode tidak terkait dengan jantung. Namun, gejala serangan jantung terkadang terasa mirip dengan gangguan pencernaan," kata Dr Tyagi.
Karena itu, keluhan berupa rasa terbakar atau tidak nyaman yang baru pertama kali muncul dan tidak diketahui penyebabnya sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai asam lambung.
Baca: Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting
Terlebih jika keluhan disertai sesak napas, keringat berlebih, mual, pusing, tubuh terasa lemah, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher maupun rahang.
Perempuan dan Lansia Perlu Lebih Waspada
Gejala serangan jantung dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Perempuan, lansia, dan orang dengan diabetes dapat mengalami gejala yang lebih samar atau tidak khas.
Baca: Dinkes Kampar Perkuat Desa Siaga TB, Temukan 959 Kasus hingga September 2026
Pada perempuan, misalnya, keluhan dapat berupa mual atau muntah, kelelahan mendadak, hingga tekanan atau rasa tidak nyaman pada punggung, selain keluhan di dada.
Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa serangan jantung dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti nyeri dada yang terasa tertekan, sesak napas, keringat dingin, lemas, pusing hingga pingsan. Keluhan juga dapat menjalar ke leher, rahang, lengan atau punggung.
Baca: Momentum Hari Asuransi ke-20, AAUI Cabang Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Donor Darah
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Jangan menunda mendapatkan pertolongan medis apabila muncul rasa tidak nyaman di dada yang berlangsung beberapa menit, berulang, atau disertai gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, maupun rasa sakit yang menjalar.
Serangan jantung merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Diagnosis tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan sensasi yang dirasakan, sebab keluhan akibat gangguan pencernaan dan masalah jantung dapat memiliki kemiripan.
Baca: Cicak Sering Muncul di Rumah? Ini 4 Kondisi yang Jadi Penyebabnya
Jika muncul gejala yang mencurigakan, pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. (SM)
